Adab Makan Sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW

10 views
Sempurnakan Pahala makan dengan Adab Makan Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW

ISLAM LIVE – Makan dan minum dalam Islam tidak hanya soal memenuhi kebutuhan hidup. Aktivitas ini juga menjadi bentuk syukur atas nikmat Allah Swt, sehingga dianjurkan dijalankan sesuai adab yang dicontohkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adabnya diatur mulai sebelum makan, saat makan, hingga setelah makan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ تَعَالَى، فَإِنْ نَسِيَ فِي أَوَّلِهِ فَلْيَقُلْ: بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرُهُ

“Apabila salah seorang kalian makan suatu makanan, maka hendaklah dia mengucapkan bismillah, dan bila dia lupa di awalnya hendaklah dia mengucapkan ‘Bismillah fii awwalihi wa akhirahi’.” (HR. Ahmad, al-Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Adab pertama yang dianjurkan adalah mencuci tangan sebelum dan sesudah makan. Dari sisi kesehatan, kebiasaan ini menjaga kebersihan dan mencegah penyakit. Rasulullah juga menganjurkan hal itu kepada umat Islam yang hendak makan.

Selanjutnya, seorang muslim dianjurkan membaca bismillah sebelum makan dan minum. Jika lupa di awal, ia tetap membacanya saat teringat dengan mengucap “Bismillah awwalahu wa akhirahu”.

Rasulullah juga mewajibkan makan dan minum dengan tangan kanan. Beliau melarang makan dengan tangan kiri. “Janganlah di antara kalian ada yang makan dengan tangan kirinya dan jangan pula minum dengan tangan kirinya. Karena setan makan dengan tangan kirinya, dan minum dengan tangan kirinya.” (HR Muslim dan Tirmidzi, dari Ibnu Umar)

Baca Juga:  150.000 Botol Sambal Ludes dalam 2 Menit! Khairul Aming Raup Rp8,7 Miliar

Adab berikutnya, makan dari makanan yang terdekat. Rasulullah menganjurkan hal ini demi menjaga kesopanan. Meski demikian, seorang muslim boleh mengambil makanan yang ada di depan orang lain jika menu di dekatnya kurang disukai, asalkan dengan cara yang baik.

Disebutkan pula dalam hadits bahwa makan dengan tiga jari merupakan sunah yang diajarkan Nabi Muhammad. Namun, apabila tidak memungkinkan, Al-Nawawi menyebut boleh menggunakan empat hingga lima jari.

Nabi Muhammad juga menganjurkan makan dan minum dengan posisi duduk tegak. Beliau melarang makan dan minum sambil berdiri. “Dari Abu Said bahwa Nabi SAW melarang minum sambil berdiri,” (HR Ahmad dan Muslim).

Selain itu, makanan dan minuman tidak boleh ditiup. Secara keilmuan, kebiasaan itu tidak baik untuk kesehatan karena tercampur zat yang keluar dari mulut. Nabi Muhammad juga melarangnya dan menganjurkan menunggu suhu makanan menjadi hangat atau dingin.

Baca Juga:  Egafood Gelar Demo Masak untuk 50 Kader PKK dan Pengurus RW se-Jelambar

Jika tidak menyukai makanan, Rasulullah menganjurkan meninggalkannya tanpa mencelanya. Hal ini demi menghargai orang yang telah memasak. “Nabi SAW tidak pernah mencela makanan sekalipun. Apabila beliau berselera, beliau memakannya. Apabila beliau tidak suka, beliau pun meninggalkannya.” (HR. Bukhari no 5409 dan Muslim no 2064)

Islam juga melarang makan secara berlebihan hingga terlalu kenyang. Rasulullah bersabda, “Tidaklah seseorang mengisi perutnya sehingga bagaikan bejana kejahatan dengan menadahkan beberapa suap yang dapat meluruskan tulang sulbinya. Jika ia tidak berbuat demikian, maka sepertiganya untuk makanannya, sepertiganya untuk minumannya, dan sepertiganya untuk bernafas.” (Ibnu Majah no. 3340)

Setelah makan, seorang muslim dianjurkan menjilati jari demi mencari keberkahan pada sisa makanan yang menempel. Lalu menutupnya dengan doa sebagai bentuk syukur. Dari Abi Sa’id al-Khudri RA, Nabi Muhammad bersabda, “Apabila selesai makan atau minum beliau berdoa: ‘Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan memberi kami minum dan menjadikan kami orang-orang muslim’.” (Ibnu Majah no. 3274)

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA