ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menekankan pentingnya penguatan kapasitas kehumasan untuk memastikan kebijakan dan program haji dan umrah tersampaikan secara cepat, akurat, transparan, dan mudah dipahami masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Konsolidasi dan Penguatan Kapasitas Kehumasan Kementerian Haji dan Umrah di Trembesi Hotel BSD, Tangerang Selatan, Senin (21/9/2026). Menurut Gus Irfan, penyelenggaraan ibadah haji dan umrah menyangkut kepentingan jutaan umat Islam sehingga humas memiliki peran penting dalam menjembatani pemerintah, jemaah, dan publik.
“Humas harus menjadi jembatan informasi. Sampaikan informasi dengan jelas, jujur, dan mudah dipahami agar tidak muncul spekulasi dan kesalahpahaman,” ujar Gus Irfan.
Gus Irfan meminta jajaran humas mengedepankan transparansi, akurasi, dan empati dalam komunikasi publik. Bahasa regulasi yang kaku, kata dia, perlu diterjemahkan menjadi informasi yang ramah dan mudah dipahami jemaah.
Selain itu, Gus Irfan mendorong pemanfaatan media massa, portal resmi, dan media sosial secara proaktif. Humas juga diminta tangkas merespons isu serta menangani hoaks berdasarkan informasi yang telah terverifikasi. Konsolidasi antarsatuan kerja diperlukan agar komunikasi antara pusat dan unit kerja berjalan selaras.
Penguatan kapasitas kehumasan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenhaj membangun komunikasi publik yang transparan dan informatif, sekaligus mendukung penyampaian informasi terkait penyelenggaraan haji dan umrah kepada masyarakat.
