MTQ Nasional XXXI Semarang Perkenalkan Tartil Al-Qur’an Isyarat dengan Metode Kitabah dan Tilawah

1 views
TQ Nasional XXXI 2026 di Semarang memperkenalkan dua metode penilaian yang berbeda, yakni Kitabah dan Tilawah

ISLAM LIVE – Ekshibisi Tartil Al-Qur’an Isyarat dalam MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang memperkenalkan dua metode penilaian yang berbeda, yakni Kitabah dan Tilawah. Metode Kitabah menggunakan isyarat Al-Qur’an yang mengikuti tulisan dalam mushaf, sedangkan Tilawah menggunakan sistem isyarat yang lebih memperhatikan aspek pembacaan Al-Qur’an .

“Ini adalah MTQ Nasional pertama yang melibatkan teman tuli, dan tentunya kami lihat peserta sangat bersemangat, pendamping pun juga bersemangat,” ujar Rama Syahti Al Islamabad, Ketua Dewan Hakim merangkap Anggota, di Semarang, Kamis (17/9/2026) .

Pada metode Kitabah, Muhammad Azka Rinaldy dari DKI Jakarta meraih nilai tertinggi 97,33, disusul Azaroby Dwi Anggoro dari Banten dengan 96,67 dan Aqilah Kaila Zahra dari Jawa Barat dengan 96,33. Sementara pada metode Tilawah, Muhammad Rifqi Abdul Aziz dari Jawa Barat menjadi peraih nilai tertinggi dengan 98,67, diikuti Adila Latifani Amrullah dengan 97,67 dan Bintang Fahrurrozak dengan 96,67 .

Baca Juga:  Pasca-Keracunan MBG, 59 Santri Manba'ul Hikam Sidoarjo Jalani Asesmen Kesehatan Jiwa

Ekshibisi ini diikuti 28 peserta dari 14 komunitas tuli muslim dari berbagai daerah. Kehadiran Tartil Al-Qur’an Isyarat tidak hanya menghadirkan kategori baru dalam perhelatan MTQ, tetapi juga menjadi ruang uji penerapan metode, kesiapan peserta, pendamping, hingga sistem penilaian Al-Qur’an bagi komunitas tuli di tingkat nasional .

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, menyebut ekshibisi ini sebagai langkah penting untuk memperluas akses masyarakat penyandang disabilitas terhadap pembelajaran Al-Qur’an. Menurutnya, penyelenggaraan tersebut memperlihatkan bahwa kesempatan mempelajari Al-Qur’an perlu terbuka bagi masyarakat dengan beragam kondisi .

Pelaksanaan perdana tersebut sekaligus memberikan pengalaman lapangan untuk mengembangkan pendekatan pembelajaran Al-Qur’an yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas sensorik rungu wicara. Dengan 28 peserta dari 14 komunitas tuli muslim, ekshibisi ini menunjukkan adanya basis komunitas yang dapat menjadi pijakan bagi pengembangan Tartil Al-Qur’an Isyarat dalam agenda MTQ mendatang .

Baca Juga:  MNAE 2026 Dorong Pendidik Manfaatkan AI dan Digital untuk Jangkau Audiens Lebih Luas
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA