ISLAM LIVE – Temuan Muhammad Al Hindawi, santri Pondok Pesantren Al Imam Ashim Makassar, atas celah keamanan kritis pada sistem NASA dan University of Melbourne telah divalidasi oleh tim keamanan siber kedua institusi tersebut melalui platform Bugcrowd. Validasi ini menegaskan bahwa temuan tersebut bukan sekadar klaim, melainkan telah melalui proses verifikasi standar industri keamanan siber global .
“Saat melakukan pemetaan (recon), awal mulanya saya menggunakan Subfinder untuk mengumpulkan subdomain. Dari sana, baru saya cari sistem yang rentan terkena SQL injection,” ujar Muhammad Al Hindawi, santri Pondok Pesantren Al Imam Ashim Makassar, dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026) .
Al Hindawi melaporkan temuannya melalui program resmi Vulnerability Disclosure Program (VDP) di platform Bugcrowd. Atas laporannya tersebut, ia menerima Letter of Recognition (LOR) dari NASA serta konfirmasi validasi resmi dari tim Cyber Operations University of Melbourne . Platform Bugcrowd sendiri merupakan salah satu platform crowdsourced security terbesar di dunia yang menghubungkan peneliti keamanan dengan organisasi untuk melaporkan kerentanan secara bertanggung jawab.
Proses pelaporan melalui VDP memungkinkan peneliti independen seperti Al Hindawi untuk berkontribusi pada keamanan sistem organisasi besar tanpa melanggar hukum. Temuan yang dilaporkan melalui VDP akan diverifikasi oleh tim keamanan organisasi terkait sebelum dinyatakan valid dan diberikan penghargaan .
“Terkait penemuan yang ananda dapatkan, adalah hasil autodidak dan keuletannya dalam belajar mandiri. Pondok dan madrasah hanya mengarahkan untuk menggunakan internet dengan cara sehat dan bertanggung jawab,” beber Ibrahim, Wakamad Kurikulum Al Imam Ashim Makassar .
Keberhasilan Al Hindawi menunjukkan bahwa peneliti keamanan siber dari Indonesia, termasuk santri pesantren, mampu bersaing di tingkat global. Validasi dari NASA dan University of Melbourne menjadi bukti bahwa temuan tersebut diakui secara internasional dan memenuhi standar pelaporan kerentanan yang berlaku di industri keamanan siber .
