Houthi Perluas Kendali Dekat Bab al-Mandeb, Jalur Ekspor Minyak Saudi Terancam

2 views
Pemberontak Houthi mengendarai sepeda motor saat kampanye mobilisasi di Sanaa, Yaman

ISLAM LIVE – Kelompok Houthi memperluas kendalinya di kawasan pesisir Laut Merah Yaman hingga mendekati Selat Bab al-Mandeb, membuka garis depan baru dalam perang yang kembali memanas di tengah konflik regional. Perkembangan tersebut meningkatkan tekanan terhadap jalur perdagangan dan ekspor energi yang menjadi kepentingan strategis Arab Saudi.

Dalam beberapa hari terakhir, kelompok Houthi yang didukung Iran dilaporkan menguasai Pulau Hanish Besar dan Hanish Kecil serta Kota Pelabuhan Mocha. Penguasaan wilayah tersebut memperkuat posisi Houthi di salah satu jalur energi penting dunia, meski mendapat perlawanan dari pasukan yang bersekutu dengan pemerintah Yaman.

Bagi Arab Saudi, ancaman tersebut semakin nyata setelah serangan drone terhadap East-West Pipeline memaksa penghentian operasional jalur pipa sepanjang sekitar 1.200 kilometer yang menghubungkan kawasan pesisir Teluk dengan Pelabuhan Yanbu di Laut Merah.

Baca Juga:  Presiden Rumania: Pelanggaran Wilayah Udara oleh Rusia Tak Dapat Diterima

“Iran tahu bahwa mereka tidak bisa memenangkan perang di garis depan secara tradisional, sehingga mereka melakukan perang ekonomi terhadap dunia,” ujar Baraa Shiban, peneliti dan analis politik Yaman dan Teluk dari Royal United Services Institute (RUSI).

East-West Pipeline selama ini membawa sekitar 4 persen pasokan minyak global. Dengan jalur tersebut mengalami penghentian operasional, sementara Houthi memperketat kendali atas pesisir Laut Merah dan pulau-pulau di dekat Bab al-Mandeb, dua jalur alternatif utama ekspor minyak Saudi di sekitar Selat Hormuz menghadapi tekanan secara bersamaan.

Perkembangan tersebut juga berpotensi meningkatkan tekanan terhadap harga bahan bakar global. Selat Bab al-Mandeb menjadi semakin penting setelah Iran sebelumnya mampu membatasi secara signifikan pelayaran melalui Selat Hormuz sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.

Baca Juga:  Peneliti Internasional: Khamenei Jauh Lebih Kuat Secara Simbolis dalam Kematian

Shiban menilai Iran melalui aliansinya dengan Houthi kini mengancam hampir sepertiga perekonomian minyak global. Ia juga menilai Amerika Serikat akan menghadapi tantangan jika harus memperluas keterlibatan militernya ke front baru di Yaman, sementara konflik di kawasan masih berlangsung.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA