Peneliti Internasional: Khamenei Jauh Lebih Kuat Secara Simbolis dalam Kematian

9 views
Poto: Muslimah Iran memegang potret mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan penghormatan terakhir sebelum upacara pemakaman kenegaraan beliau di Teheran, Iran. Sumber: aljazeera

ISLAM LIVE – Peneliti senior non-residen di Center of International Policy, Sina Toossi, menilai kematian mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, justru memperkuat posisinya secara simbolis. Menurutnya, pembunuhan Khamenei membuat pengaruh simboliknya semakin besar dibanding saat masih hidup.

“Pembunuhan tersebut telah membuat Khamenei jauh lebih kuat secara simbolis dalam kematian daripada saat ia masih hidup,” ujar Toossi.

Penilaian itu disampaikan di tengah penyelenggaraan pemakaman kenegaraan Ali Khamenei yang dimulai pada 3 Juli 2026. Pemerintah Iran menggelar prosesi duka selama sepekan di lima kota yang berada di Iran dan Irak setelah Khamenei gugur akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari lalu.

Baca Juga:  Seni Boneka Indonesia Memukau Panggung Dunia: Papermoon Puppet Theatre Sukses Tampilkan "Stream of Memory" di Jerman

Wakil Presiden Pertama Iran, Mohammad Reza Aref, menyebut rangkaian prosesi yang dimulai di Teheran dan berakhir di Mashhad tersebut sebagai peristiwa paling penting sejak Revolusi Islam 1979. Pemerintah juga mengerahkan berbagai fasilitas publik, aparat keamanan, dan kelompok keagamaan untuk mendukung jalannya prosesi di tengah bulan Muharram.

Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, mengatakan rakyat Iran tidak akan tinggal diam menghadapi apa yang disebutnya sebagai bentuk penindasan terhadap negaranya.

“Kita harus bangkit dan meneriakkan seruan untuk darah bangsa kepada dunia agar dunia tahu bahwa bangsa Iran yang terhormat dan mulia tidak akan tinggal diam dalam menghadapi penindasan… dan tidak akan melepaskan darah Imamnya (Khamenei),” tegas Ghalibaf.

Baca Juga:  Capai 7 Juta Jiwa Pelayat Imam Khamenei, Pemerintah Siaga Penuh Antisipasi Peristiwa Serupa 1989

Sebagai informasi, Iran sebelumnya juga pernah menggelar pemakaman dalam skala besar untuk pendiri Republik Islam Iran, Ayatollah Ruhollah Khomeini, pada 1989 serta Komandan Pasukan Quds, Qassem Soleimani, pada 2020. (ari/ed)

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA