ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf mendorong pengembangan konsep Umrah Plus Uzbekistan sebagai salah satu peluang memperkuat wisata religi sekaligus memperkenalkan sejarah dan tradisi keilmuan Islam Uzbekistan kepada jemaah Indonesia.
Gagasan tersebut disampaikan Gus Irfan saat bertemu Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan Abdulaziz Akkulov di Tashkent, Senin (8/9/2026). Dalam pertemuan itu, keduanya membahas peluang pengembangan wisata religi yang memanfaatkan kedekatan sejarah dan spiritual antara masyarakat Indonesia dan Uzbekistan.
Gus Irfan mengatakan Uzbekistan memiliki sejumlah kota yang memiliki keterkaitan kuat dengan sejarah Islam dan dikenal sebagai pusat perkembangan tradisi keilmuan. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi daya tarik dalam pengembangan perjalanan religi bagi masyarakat Indonesia.
“Imam Bukhari merupakan guru spiritual bagi banyak orang di Indonesia. Di Bukhara ada Imam Bahauddin An-Naqsyabandi yang juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia,” ujar Gus Irfan.
Menurut Gus Irfan, perjalanan religi ke Uzbekistan dapat dikembangkan tidak sekadar sebagai kunjungan wisata, tetapi juga menjadi sarana mengenal sejarah, tradisi keilmuan, dan warisan peradaban Islam.
Salah satu bentuk yang ditawarkan adalah memadukan perjalanan umrah dengan kunjungan ke Uzbekistan. Konsep tersebut memungkinkan jemaah melanjutkan perjalanan setelah menjalankan ibadah di Tanah Suci untuk mengunjungi sejumlah lokasi bersejarah di Uzbekistan.
Gus Irfan juga mencontohkan tradisi keilmuan Islam yang berkembang di Indonesia dan memiliki keterkaitan dengan khazanah keilmuan Uzbekistan. Ia menyebut sebagian pesantren di Indonesia memiliki tradisi mengkhatamkan Shahih Bukhari selama Ramadan.
Gagasan tersebut mendapat sambutan dari Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan Abdulaziz Akkulov. Ia menilai program wisata religi berbasis pengalaman spiritual dapat menjadi salah satu ruang untuk mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Uzbekistan.
Abdulaziz mengatakan Uzbekistan memiliki warisan sejarah dan keilmuan Islam yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan dari negara-negara Muslim. Samarkand dan Bukhara menjadi dua wilayah yang memiliki posisi penting dalam sejarah peradaban Islam di kawasan tersebut.
