ISLAM LIVE – Sebanyak 51.591 unit rumah telah diverifikasi dan divalidasi (verivali) pascagempa Magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.
Data BNPB per 7 September 2026 itu mencakup 50,39 persen dari 102.384 unit rumah yang menjadi sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak.
Dari hasil sementara, sebanyak 2.382 rumah masuk kategori rusak berat, 7.276 rusak sedang, 14.177 rusak ringan, sedangkan 27.756 unit tidak mengalami kerusakan.
BNPB bersama pemerintah daerah masih melanjutkan verifikasi untuk memastikan kondisi rumah sesuai temuan lapangan. Proses tersebut juga mencakup penyandingan data by name by address (BNBA), penanganan data ganda, serta pemeriksaan data tambahan.
Kabupaten Manggarai Barat menjadi wilayah dengan progres verifikasi tertinggi, yakni 12.367 dari 12.613 unit rumah. Sementara di Ende, baru 295 dari 10.147 unit rumah yang diverifikasi sementara.
Selain pendataan, BNPB mendampingi pemerintah daerah menyusun kajian kebutuhan pascabencana (Jitupasna) serta rencana rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana (R3P).
BNPB mendorong percepatan verifikasi dan uji publik agar bantuan perbaikan rumah dapat diberikan secara tepat sasaran berdasarkan tingkat kerusakan dan data kependudukan yang telah tervalidasi.
