ISLAM LIVE – Sebanyak 707.000 siswa dan hampir 16.000 mahasiswa dari keluarga kurang mampu di Jakarta telah ter-cover dalam jaring pengaman sosial pendidikan melalui program Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU), demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Pramono memastikan Pemprov DKI mengambil peran penuh menanggung kebutuhan operasional pendidikan warga Ibu Kota, kecuali untuk sekolah swasta unggulan, sebagai komitmen mewujudkan akses pendidikan yang merata.
“Biaya pendidikan ini kan relatif ya. Tetapi di Jakarta ini hampir semua anak didik sebenarnya, kecuali sekolah-sekolah swasta yang unggul ya, itu sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah DKI Jakarta,” kata Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta, di Jakarta, Kamis (6/8/2026).
Pramono memaparkan bahwa program KJP telah menjangkau lebih dari 707.000 siswa, sementara KJMU diberikan kepada hampir 16.000 mahasiswa. Bahkan Pemprov DKI kini memperluas program dengan pemutihan ijazah dan penambahan sekolah swasta gratis.
“Termasuk apa yang saya sampaikan mengenai KJP 707.000 lebih, KJMU hampir 16.000, bahkan sekarang ada program untuk pemutihan ijazah dan yang lain-lain,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa penganggaran berbagai program bantuan pendidikan tersebut adalah wujud nyata dari pemanfaatan biaya pendidikan yang tepat sasaran dan efektif.
“Jadi kalau untuk pendidikan mau mahal mau enggak, tetapi yang paling penting adalah harus betul-betul efektif dan kemudian bermanfaat bagi dunia pendidikan,” katanya.
Pemprov DKI terus berkomitmen memperluas akses belajar masyarakat agar tidak ada lagi anak-anak di ibu kota yang terhambat pendidikannya akibat keterbatasan ekonomi.
Dengan kebijakan ini, Pramono berharap seluruh warga Jakarta dapat merasakan manfaat dari program-program pendidikan yang digulirkan, sekaligus menciptakan generasi muda yang cerdas dan berdaya saing.
