ISLAM LIVE – Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Jambi akan menggelar Lomba Shalawat Tingkat Provinsi pada Rabu (12/8/2026) di Asrama Haji Antara Jambi. Kegiatan yang diikuti perwakilan BKMT dari 11 kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi ini bertujuan membumikan amalan shalawat sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Wakil Ketua I BKMT Provinsi Jambi, Hj. Nurhayati, mengatakan setiap kabupaten dan kota dapat mengirimkan satu hingga lima grup, dengan masing-masing grup beranggotakan tujuh orang. Lomba tersebut merupakan inisiatif Ketua Umum BKMT Provinsi Jambi, Hj. Hesti Haris, bersama Ketua Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Jambi, Hj. Ernawati.
Panitia menyiapkan hadiah utama berupa paket umrah untuk seluruh anggota tim yang meraih juara pertama atau sebanyak tujuh orang. Hadiah tersebut didukung oleh Hj. Ernawati sebagai donatur tunggal, sedangkan juara kedua dan ketiga akan menerima trofi serta uang pembinaan.
“Melalui kegiatan ini, BKMT Provinsi Jambi berharap antusiasme masyarakat dalam mensyiarkan Islam dan mengamalkan shalawat di kehidupan sehari-hari semakin meningkat,” ujar Hj. Ernawati.
Seluruh peserta diwajibkan membawakan Shalawat Busyro sebagai lagu utama serta satu lagu pilihan dari lima pilihan shalawat yang telah ditetapkan panitia. Penampilan peserta akan dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas praktisi seni religi, termasuk penyanyi religi asal Jambi, Khairun Najwa.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi, Wahyudi Abdul Wahab, menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan kader majelis taklim dari seluruh kabupaten dan kota di Jambi sejalan dengan upaya memperkuat syiar Islam serta mempererat persatuan umat.
“Pemerintah, khususnya Kementerian Haji dan Umrah, sangat mendukung penuh Lomba Shalawat ini. Shalawat adalah amalan penyejuk jiwa yang mampu memperkuat persatuan umat. Ketika shalawat terus digaungkan hingga ke pelosok desa, Insya Allah Provinsi Jambi akan selalu dilimpahi keberkahan dan kedamaian,” kata Wahyudi.
