ISLAM LIVE – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim perundingan dengan Iran sedang berlangsung untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima bulan. Namun, Iran membantah adanya negosiasi dengan Washington, sehingga status pembicaraan kedua negara masih belum jelas.
Trump menyampaikan klaim tersebut pada Senin (3/8/2026) setelah sebelumnya membatalkan serangan besar-besaran yang disebutnya telah diberi izin terhadap Iran. Ia mengatakan pembicaraan dilakukan atas permintaan Iran dan sejumlah negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, serta Qatar.
“They are going on right now,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya mengenai status negosiasi.
Trump mengatakan Iran memiliki kesempatan terakhir untuk menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu disampaikan setelah ia kembali mengaitkan keputusan menunda serangan besar terhadap Iran dengan adanya jalur diplomasi.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei sebelumnya mengatakan tidak ada negosiasi dengan Amerika Serikat yang sedang berlangsung maupun pertemuan yang telah dijadwalkan.
Baghaei juga menyatakan Iran tidak berencana menerima delegasi asing maupun mengirim negosiator ke luar negeri dalam beberapa hari mendatang. Menurutnya, seluruh negosiator Iran berada di dalam negeri, kecuali Menteri Luar Negeri Abbas Araqchi yang sedang melakukan ziarah keagamaan di Irak.
Baghaei mengatakan satu-satunya pembicaraan yang sedang berlangsung adalah komunikasi dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz. Pernyataan tersebut semakin mempertegas perbedaan pandangan antara Washington dan Teheran mengenai kemungkinan dimulainya kembali perundingan.
Trump sebelumnya telah beberapa kali mengancam akan melakukan tindakan militer terhadap Iran, tetapi kemudian menggunakan adanya kontak diplomatik sebagai alasan untuk menunda serangan. Pola tersebut kembali terlihat dalam perkembangan terbaru ketika Trump mengaitkan pembatalan serangan dengan pembicaraan yang diklaim sedang berlangsung.
