Siswa MTs di Pati Kehilangan Dua Jari, Diduga Jadi Korban Perundungan

5 views
Diduga jadi korban bullying, siswa MTs di Pati kehilangan 2 jari

ISLAM LIVE – Seorang siswa kelas VII di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mengalami luka berat hingga kehilangan dua jari tangan kirinya setelah diduga menjadi korban perundungan oleh tiga kakak kelas. Peristiwa yang terjadi pada Senin (27/7/2026) itu kini tengah ditangani Polresta Pati.

Insiden tersebut diduga bermula dari aksi saling mengejek nama orang tua antara korban dan tiga siswa kelas IX. Situasi kemudian memanas hingga korban berusaha menyelamatkan diri dengan melarikan diri ke arah pagar besi di lingkungan sekolah.

“Saat berusaha memanjat pagar setinggi sekitar dua meter, tangan kiri korban terjepit. Akibat kejadian tersebut, dua jari korban putus dan satu jari lainnya mengalami retak,” kata Catur Andi Cahyanto, kuasa hukum korban dari LBH Garda Muda Nusantara Cabang Pati, berdasarkan keterangannya mengenai peristiwa yang terjadi di lingkungan MTs Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Senin (27/7/2026).

Baca Juga:  PBNU Tegaskan Pesantren Benteng NKRI dan Penjaga Tradisi Islam

Korban sempat mencari perlindungan ke dalam ruang kelas. Namun, menurut keterangan pihak keluarga, korban kembali dikejar hingga akhirnya berusaha memanjat pagar besi di dekat area kamar mandi dan tempat wudu. Nahas, tangan kirinya terjepit sehingga mengakibatkan cedera serius.

Potongan jari korban sempat dibawa ke rumah sakit dengan harapan dapat disambungkan melalui tindakan medis. Namun, upaya tersebut tidak dapat dilakukan karena pertimbangan risiko infeksi.

Sementara itu, Padina Mahardikasari, Founder Astuti Foundation yang mendampingi korban, menilai terdapat dugaan kuat unsur perundungan dalam kasus tersebut.

“Namun mengapa pagar tidak dibuka. Tidak ditolong,” kata Padina Mahardikasari, Founder Astuti Foundation, saat memberikan pendampingan kepada korban di Kabupaten Pati, sebagaimana dimuat Minggu (2/8/2026).

Baca Juga:  Kementan Siapkan Bibit Gratis untuk Pesantren di Seluruh Indonesia , Dukung Kemandirian Ekonomi Santri

Kasus ini telah dilaporkan ke Polresta Pati dan korban telah dimintai keterangan oleh penyidik pada Minggu (2/8/2026). Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kronologi serta dugaan tindak kekerasan yang terjadi.

Di sisi lain, pihak sekolah membantah adanya unsur perundungan. Kepala MTs Syafi’i menyatakan insiden tersebut merupakan kecelakaan yang terjadi saat jam istirahat. Sementara Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA