ISLAM LIVE – Sejumlah analis intelijen Barat menduga Iran menggunakan pesawat nirawak Shahed yang telah ditingkatkan teknologinya oleh Rusia dalam serangan terhadap fasilitas Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) di Riyadh, Arab Saudi.
Dua pejabat Barat di kawasan Teluk yang telah menerima pengarahan mengenai laporan intelijen mengatakan serangan ke fasilitas CIA di Riyadh diduga melibatkan dua drone Shahed versi yang telah dimodifikasi dengan dukungan teknologi Rusia. Menurut mereka, salah satu drone menghantam bagian luar gedung kedutaan, sementara drone kedua memasuki celah yang terbentuk sebelum meledak. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
“Para analis menduga serangan Saudi tersebut melibatkan sepasang drone Shahed buatan Iran yang telah dimodifikasi oleh Rusia.” kata dua pejabat Barat. seperti lansiran reuters.com pada 23/07/26.
Dugaan itu menjadi salah satu dasar penyelidikan mengenai kemungkinan dukungan teknologi Rusia terhadap operasi militer Iran.
Sumber lain yang mengetahui perkembangan penyelidikan mengatakan Rusia juga diduga membantu meningkatkan akurasi drone Shahed-136 milik Iran melalui penyediaan sistem navigasi satelit Kometa-M. Sistem tersebut dinilai memiliki tingkat presisi lebih tinggi dan lebih sulit diganggu dibandingkan teknologi navigasi yang sebelumnya digunakan Iran.
Meski demikian, hingga kini komunitas intelijen Amerika Serikat belum mencapai kesimpulan pasti mengenai tingkat keterlibatan Rusia dalam serangan tersebut. Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan apakah Moskow hanya memberikan dukungan teknologi atau juga turut menyediakan data penargetan terhadap fasilitas-fasilitas CIA di kawasan Teluk.
Pemerintah Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan tersebut. CIA menolak berkomentar, sementara Misi Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Kementerian Pertahanan Rusia, dan pemerintah Arab Saudi juga belum menanggapi permintaan konfirmasi mengenai laporan tersebut.
