ISLAM LIVE – Perombakan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto pada awal Juni 2026 membawa perubahan pada jajaran pucuk pimpinan lembaga tersebut. Jika melihat struktur pejabat utama atau setingkat eselon I yang tercantum dalam laman resmi BGN, mayoritas posisi strategis masih diisi oleh figur berlatar belakang militer, khususnya purnawirawan TNI.
Struktur terbaru BGN menunjukkan bahwa posisi Kepala BGN kini dijabat Nanik S. Deyang, didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala. Mayjen Trenggono telah resmi mengundurkan diri dari TNI sejak dirinya ditunjuk oleh Presiden Prabowo menjadi wakil kepala BGN.
Berdasarkan data struktur organisasi resmi BGN, Sekretaris Utama dijabat Brigjen TNI (Purn) Sarwono, sementara posisi Inspektur Utama ditempati Brigjen TNI (Purn) Jimmy Alexander Adirman. Pada level deputi, terdapat Brigjen TNI (Purn) Suardi Samiran sebagai Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran serta Letjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha sebagai Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan. Seluruhnya berstatus purnawirawan atau sudah tidak aktif lagi sebagai prajurit TNI.
Selain itu, terdapat Letjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN Bidang Pengembangan Organisasi dan Hubungan Kelembagaan. Namun, posisi pimpinan BGN mengalami pergantian setelah keputusan Presiden pada 2 Juni 2026 yang mencopot kepala dan dua wakil kepala BGN sebelumnya.
Di luar unsur militer, beberapa posisi eselon I ditempati figur sipil. Di antaranya Dr. Ir. Tigor Pangaribuan sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola serta Dr. Gunalan, AP., M.Si yang saat ini menjabat Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama. Data profil pejabat BGN tahun 2025 juga mencatat Dr. Drs. Nyoto Suwignyo, M.M. pernah menjabat Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama.
Jika dihitung dari struktur pejabat utama yang tercantum di laman resmi BGN saat ini, sedikitnya empat dari enam jabatan setingkat eselon I berada di tangan purnawirawan TNI. Mereka terdiri dari dua perwira berpangkat Brigadir Jenderal (bintang satu) dan dua perwira berpangkat Letnan Jenderal (bintang tiga). Kondisi ini menunjukkan bahwa unsur militer masih memiliki porsi dominan dalam struktur pejabat utama BGN pasca-perombakan kepemimpinan pada 2026.
Sebagai catatan, data mengenai susunan pejabat tersebut merujuk pada struktur organisasi dan profil pejabat yang dipublikasikan secara resmi oleh BGN.
