ISLAM LIVE – Menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), pada Agustus 2026 mendatang, sejumlah nama mulai mencuat sebagai figur potensial calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Dinamika internal organisasi pun mulai terasa seiring munculnya dukungan dari berbagai kalangan pesantren, pengurus wilayah, hingga tokoh muda NU di sejumlah daerah.
Salah satu figur yang ramai dibicarakan saat ini adalah Prof. Nasaruddin Umar. Tokoh nasional dan cendekiawan Muslim tersebut dinilai memiliki pengalaman luas di bidang keagamaan, pendidikan, dan pemerintahan, sehingga dianggap mampu menjadi figur pemersatu di tubuh NU.
Selain Nasaruddin, sejumlah nama dari kalangan akademisi, kiai pesantren, dan senior NU juga mulai mendapat perhatian. Mereka dinilai memiliki kapasitas kepemimpinan serta rekam jejak organisasi yang kuat untuk membawa NU menghadapi tantangan zaman, termasuk penguatan pendidikan pesantren dan pemberdayaan umat.
Di sisi lain, figur petahana KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, juga mencuat dan disebut masih memiliki basis dukungan yang cukup solid di internal organisasi.
Muktamar ke-35 NU dinilai menjadi momentum penting dalam menentukan arah organisasi lima tahun ke depan. Warga nahdliyin berharap proses pemilihan Ketua Umum PBNU berjalan sejuk, demokratis, dan mampu melahirkan kepemimpinan yang menjaga persatuan serta memperkuat peran NU di tengah masyarakat.
