ISLAM LIVE – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Aceh Barat terus mendorong terwujudnya lingkungan pendidikan yang aman dan berpihak pada hak anak melalui penyelenggaraan Bimbingan Teknis (Bimtek) Sekolah Ramah Anak (SRA). Kegiatan tersebut digelar pada 29–30 Juli 2026 di Aula DP3AKB Kabupaten Aceh Barat.
Bimtek ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman para pemangku kepentingan di bidang pendidikan mengenai penerapan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak. Dengan peningkatan kapasitas tersebut, sekolah diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi peserta didik sekaligus menciptakan suasana belajar yang inklusif dan nyaman.
“Bimbingan teknis ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Barat dalam mendorong terwujudnya Sekolah Ramah Anak di seluruh satuan pendidikan. Kami berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan di sekolah masing-masing demi terpenuhinya hak-hak anak,” kata Mulyani, SKM, Kepala DP3AKB Kabupaten Aceh Barat, kepada media Rabu, (29/7/2026).
Untuk mendukung tujuan tersebut, DP3AKB menghadirkan narasumber dari DP3AKB Aceh Barat, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin), serta praktisi perlindungan anak yang memiliki pengalaman dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Peserta memperoleh materi mengenai berbagai indikator Sekolah Ramah Anak, di antaranya penyusunan kebijakan sekolah yang berpihak pada anak, proses pembelajaran yang menghormati hak peserta didik, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, penyediaan sarana dan prasarana yang aman dan sehat, pemberian ruang partisipasi bagi anak, serta penguatan kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berharap penerapan konsep Sekolah Ramah Anak tidak berhenti pada aspek administratif, tetapi benar-benar diwujudkan dalam budaya sekolah. Dengan demikian, setiap satuan pendidikan diharapkan mampu menjadi tempat yang memberikan rasa aman sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
