ISLAM LIVE – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti digitalisasi ruang kelas sebagai salah satu langkah percepatan untuk mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui fasilitas pembelajaran digital, diharapkan guru dapat meningkatkan kemampuan mengajar, sementara siswa memperoleh materi yang lebih menarik dan mudah dipahami.
“Karena itulah saya mau lompat. Ini kesulitan, makanya saya taruh digitalisasi kelas-kelas itu semua, supaya nanti guru-guru yang kurang mampu bisa juga belajar dari situ. Dan anak-anak yang kurang mampu, tertarik belajar dari situ. Berhitung, aritmatika, dan sebagainya. Ini salah satu langkah saya untuk lompat,” kata Prabowo Subianto, Presiden RI, dalam program Presiden Prabowo Menjawab, Rabu (16/9/2026) .
Prabowo menilai pembelajaran digital juga dapat membantu sekolah-sekolah yang masih kekurangan tenaga pengajar berkualitas. Dengan teknologi, materi pembelajaran dapat diakses secara lebih merata, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap guru berkualitas .
Meski demikian, Prabowo mengingatkan bahwa digitalisasi tidak dapat menggantikan peran guru dalam proses pendidikan. Menurutnya, teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk mempercepat pemerataan kualitas, bukan solusi utama .
Pernyataan ini muncul di tengah masih minimnya kemampuan numerasi murid kelas 4 sekolah dasar. Prabowo menegaskan bahwa perbaikan sistem pendidikan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir, dengan rekrutmen guru sebagai fondasi utama .
Desentralisasi pendidikan, lanjut Prabowo, merupakan bagian dari semangat demokratisasi yang bertujuan baik. Namun, pelaksanaannya perlu dievaluasi agar tidak mengorbankan kualitas tenaga pendidik dan masa depan generasi bangsa .
“Perbaikan yang sebenarnya hanya dengan rekrutmen dan pendidikan guru. Digitalisasi membantu, tetapi fondasinya tetap pada kualitas guru,” pungkasnya .
