Penolakan MBG di Lampung Mencakup 11 Pondok Pesantren dan 10 SMA/SMK

3 views
Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung Saipul/Faiza

ISLAM LIVE – Berdasarkan jenjang pendidikan, data sementara sekolah yang menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung terdiri dari enam PAUD, tujuh TK, delapan SD, sembilan SMP, 10 SMA/SMK, serta 11 pondok pesantren. Total terdapat 108 sekolah dan pondok pesantren yang masuk dalam penataan, dengan 51 di antaranya telah terkonfirmasi menolak .

“Pertama sekolah-sekolah dan pondok pesantren yang memang mereka sejak awal sudah menyediakan makanan juga di sekolah itu, terutama sekolah-sekolah elite,” kata Saipul, Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung, di Lampung, Jumat (18/9/2026).

Sebagian besar sekolah yang menolak merupakan sekolah swasta kategori elit yang sejak awal telah menyediakan makanan bagi siswanya. Kondisi serupa juga ditemukan di pondok pesantren yang memiliki sistem penyediaan makanan sendiri bagi santri yang tinggal di lingkungan pesantren.

Baca Juga:  Transparansi Informasi Pendidikan Gibran Harus Dijamin!

Kepala Satgas MBG Provinsi Lampung menyebut proses verifikasi masih berjalan di tingkat regional untuk memastikan sekolah mana saja yang benar-benar menolak. “Sekarang memang dari tim BGN-nya sendiri sedang mendata itu, dari regional sedang mendata dan nanti akan ketahuan mana yang benar-benar menolak,” ujarnya.

Apabila sekolah memang sejak awal tidak menerima program MBG, tidak ada kuota makanan yang perlu dialihkan. Berbeda jika sekolah sebelumnya menjadi penerima kemudian memutuskan menolak, maka kuota tersebut dapat dialihkan atau mengurangi kuota produksi SPPG yang sebelumnya melayani sekolah tersebut .

Pendataan ini menjadi bagian dari upaya Badan Gizi Nasional untuk memastikan distribusi MBG berjalan tepat sasaran. Sekolah dan pesantren yang telah memiliki sistem penyediaan makanan sendiri tidak memerlukan program tersebut, sehingga kuota dapat dialihkan kepada penerima manfaat yang lebih membutuhkan.

Baca Juga:  Lonjakan Percobaan Bunuh Diri Pelajar, Wamenkes: Usia 11-17 Paling Rentan
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA