ISLAM LIVE – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mulai menghitung potensi efisiensi penyelenggaraan haji melalui penerapan skema embarkasi antara, seiring proses pengusulan Sulawesi Tengah sebagai embarkasi antara dan debarkasi antara.
Pembahasan mengenai efisiensi tersebut dilakukan dalam rapat koordinasi Pemprov Sulawesi Tengah bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sulteng di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Rabu (7/10/2026). Rapat membahas skema perjalanan jemaah sekaligus kebutuhan perhitungan biaya apabila usulan embarkasi antara diterapkan.
Dalam skema yang dibahas, jemaah haji Sulawesi Tengah tetap memulai perjalanan dari Palu. Jemaah kemudian melakukan pergantian pesawat di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan sebelum melanjutkan penerbangan menuju Tanah Suci.
Dengan pola tersebut, jemaah tidak lagi menjalani proses transit dan menginap di Asrama Haji Balikpapan sebagaimana pola sebelumnya. Perubahan pola perjalanan itu menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam melihat potensi efisiensi penyelenggaraan apabila Sulawesi Tengah ditetapkan sebagai embarkasi antara.
Dari sisi anggaran, rapat membahas ketersediaan anggaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah serta skema pembiayaan antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota. Namun, besaran efisiensi yang dapat diperoleh masih perlu dihitung lebih lanjut melalui survei harga penerbangan domestik dan perhitungan komponen biaya yang tetap menjadi beban pemerintah daerah.
Untuk menghitung perbedaan biaya tersebut, Biro Kesejahteraan Rakyat diminta menyiapkan kertas kerja before-after yang menggambarkan perbandingan biaya penyelenggaraan sebelum dan setelah penerapan embarkasi antara. Dokumen tersebut nantinya menjadi bahan bagi Gubernur Sulawesi Tengah dalam menjelaskan potensi efisiensi kepada Menteri Haji dan Umrah.
Pembahasan efisiensi ini menjadi bagian dari persiapan pengusulan Sulawesi Tengah sebagai embarkasi antara dan debarkasi antara. Rapat juga membahas bahan audiensi Gubernur Sulawesi Tengah dengan Menteri Haji dan Umrah, sementara besaran efisiensi dan komponen biaya masih menunggu hasil perhitungan lebih lanjut.
