ISLAM LIVE – Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali melelang delapan seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau Sukuk Negara pada Selasa, 22 September 2026. Pemerintah menargetkan dana Rp10 triliun dari lelang tersebut.
Delapan seri yang ditawarkan terdiri atas SPN-S dan Project Based Sukuk (PBS), dengan imbal hasil berkisar 5 persen hingga 6,875 persen. Lelang dilakukan untuk memenuhi sebagian target pembiayaan dalam APBN 2026.
Pada lelang sebelumnya, 8 September 2026, penawaran yang masuk mencapai Rp26,13 triliun. Pemerintah kemudian memenangkan Rp12 triliun, lebih tinggi dari target Rp10 triliun.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Suminto mengatakan strategi pembiayaan diarahkan untuk memenuhi outlook defisit APBN 2026 sebesar 2,85 persen terhadap produk domestik bruto.
“Untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan hingga akhir tahun dari sisi mix instrument, kami masih sesuai dengan strategi di Lelang SUN (Surat Utang Negara) dan SBSN,” ucapnya.
Hingga akhir tahun, pemerintah juga masih memiliki rencana menerbitkan dua seri SBN ritel serta membuka ruang penerbitan SBN valuta asing dengan mempertimbangkan kondisi pasar.
