Mojtaba Khamenei Tak Hadiri Pemakaman Ayahnya setelah Muncul Ancaman dari Israel

4 views
Poto: Peti Mati Mantan Pemimpin Tertinggi Iran Sayyid Ali Khamenei beserta empat anggota keluarga lainnya; Dr. Mesbah al-Hoda Bagheri-Kani (menantu), Seyyedeh Boshra Hosseini Khamenei (putri), Zahra Haddad Adel (menantu perempuan), Zahra Mohammad Golpayegani (cucu perempuan). Sumber: WhatsApp Channel ICC Jakarta

ISLAM LIVE – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, tidak menghadiri prosesi pemakaman kenegaraan ayahnya, Ali Khamenei, yang digelar di Iran pada Jumat (3/7/2026). Putra mendiang Khamenei itu absen demi alasan keamanan setelah muncul ancaman terbaru dari pihak Israel.

Di tengah rangkaian pemakaman tersebut, Iran kembali melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel.

“Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, terutama AS dan rezim Zionis (Israel), untuk menghindari salah hitung dan memikirkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman dan agresi terhadap negara kami,” tegas Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ali Abdollahi.

Prosesi penghormatan terakhir untuk Ali Khamenei berlangsung selama tujuh hari di sejumlah kota di Iran dan Irak setelah sempat tertunda akibat perang. Mendiang wafat pada usia 86 tahun dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu.

Baca Juga:  Indonesia Utus Menlu dan Ketua MPR Hadiri Pemakaman Imam Khamenei

Pemerintah Iran juga meningkatkan status siaga di seluruh lokasi penyelenggaraan pemakaman untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama rangkaian acara berlangsung.

Seperti dilansir Al Jazeera, lebih dari 100 negara mengirimkan perwakilan untuk menghadiri pemakaman tersebut. Di antaranya Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Presiden Tajikistan Emomali Rahmon, serta utusan senior dari Rusia, China, India, Turki, Bangladesh, dan pemerintahan Taliban di Afghanistan.

Jenazah Ali Khamenei disemayamkan di Grand Mosalla Teheran sebelum dibawa ke Qom dan Irak. Prosesi penghormatan terakhir kemudian ditutup di kota kelahirannya, Mashhad. (ari/ed).

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA