Meneladani Cara Rasulullah Mengasuh Anak di Tengah Gempuran Teknologi

14 views
( Ilustrasi : Pexels/fahri tokcan )

ISLAM LIVE – Mendidik anak di zaman sekarang menghadirkan tantangan tersendiri. Di tengah gempuran teknologi, meneladani cara Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam mengasuh anak dapat menjadi kompas yang menenangkan. Beliau tidak hanya memberikan perintah, tetapi juga menanamkan cinta, karakter, dan prinsip hidup yang kuat sejak dini.

Allah Swt berfirman:

إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ ۚ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan bagimu, dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.” (QS. At-Taghabun: 15)

Ayat itu mengingatkan bahwa mendidik anak dalam Islam dimulai dengan kesadaran bahwa mereka adalah titipan sekaligus ujian bagi orangtuanya. Selain sebagai ujian, setiap orangtua memikul peran sebagai pemimpin yang kelak dimintai pertanggungjawaban atas cara membimbing keluarga.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ … وَالرَّجُلُ رَاعٍ فِي أَهْلِهِ وَهو مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban… dan seorang laki-laki (ayah) adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Cara kedua adalah mendidik dengan teladan nyata atau uswatun hasanah. Anak cenderung lebih memperhatikan apa yang dilakukan orangtua dibandingkan sekadar kata-kata. Allah Swt berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Baca Juga:  Nasaruddin Umar: Pendidikan Tinggi Islam Tak Cukup Hanya Cerdas Akademik

Jika ingin anak jujur dan rajin ibadah, orangtua harus menunjukkan sikap tersebut dalam keseharian. Teladan orangtua adalah kurikulum terbaik bagi anak.

Cara ketiga, melibatkan anak dalam ibadah dan aktivitas positif. Rasulullah membiasakan anak dekat dengan suasana ibadah sejak dini tanpa paksaan agar tumbuh rasa cinta kepada agama. Kelembutan beliau terlihat saat tetap mengutamakan kedekatan fisik dengan anak kecil meski sedang salat, sebagaimana riwayat dari Abu Qatadah RA:

رأيت رسول الله صلى الله عليه وسلم وأمامة بنت العاص -ابنة زينب بنت الرسول صلى الله عليه وسلم- على عاتقه، فإذا ركع وضعها وإذا رفع من السجود أعادها

“Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggendong Umamah bintu al Ash, putrinya Zainab bintu Rasulullah, di pundak beliau. Apabila beliau salat, maka ketika rukuk, Rasulullah meletakkan Umamah di lantai, dan apabila bangun dari sujud, beliau kembali menggendong Umamah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Cara keempat, menanamkan tauhid sejak dini. Pelajaran paling mendasar dalam pendidikan anak adalah keesaan Allah Swt. Pelajaran ini penting untuk membentengi jiwa mereka agar memiliki prinsip kuat sejak kecil dan tidak menyekutukan Allah. Hal ini selaras dengan nasihat Luqman kepada putranya:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

Baca Juga:  Pemprov Jateng Buka Program Santri Penggerak 2026, Bantuan Rp1 Juta per Semester untuk Mahasiswa Aktif

“Dan ingatlah ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar’.” (QS. Luqman: 13)

Cara kelima, mengajarkan adab makan dan kemandirian. Rasulullah mengajarkan anak-anak untuk mandiri dan disiplin dengan cara santun dan langsung agar mudah diingat. Beliau bersabda:

يَا غُلَامُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ

“Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang ada di dekatmu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Cara keenam, fokus membentuk karakter dan adab. Pendidikan akhlak adalah harta paling berharga yang bisa diberikan orangtua, jauh melampaui materi. Rasulullah bersabda:

مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نُحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ

“Tidak ada pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain adab yang baik.” (HR. Tirmidzi)

Cara ketujuh, membimbing anak mengucap kalimat tauhid. Rasulullah menganjurkan agar kalimat pertama yang didengar dan diucapkan anak saat mulai belajar bicara adalah tentang keesaan Allah.

افْتَحُوا عَلَى صِبْيَانِكُمْ أَوَّلَ كَلِمَةٍ بِلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ

“Mulailah membimbing anak-anakmu ketika mulai bicara dengan kalimat pertama: Laa ilaha illallah.” (HR. Al-Hakim)

Dengan meneladani cara beliau, orangtua dapat membentuk generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan mencintai agamanya.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA