Korut Peringatkan Risiko Konflik di Semenanjung Korea akibat Penguatan Militer AS di Jepang

4 views
Personel keamanan berjaga di bawah bendera AS dan Jepang saat Presiden AS Donald Trump meninggalkan Bandara Haneda menuju Korea Selatan, di Tokyo, Jepang, 29 Oktober 2025.

ISLAM LIVE – Korea Utara memperingatkan risiko pecahnya konflik di Semenanjung Korea semakin meningkat menyusul penguatan komando militer Amerika Serikat di Jepang. Media pemerintah Korea Utara, KCNA, menilai bentrokan di Semenanjung Korea kini hanya persoalan waktu, bukan lagi sekadar kemungkinan.

Peringatan tersebut disampaikan melalui editorial KCNA pada Jumat (31/7/2026). Media itu menilai peningkatan personel di markas US Forces Japan menunjukkan komando tersebut semakin berkembang menjadi komando perang dan menuduh Washington tengah mempersiapkan Pasukan Bela Diri Jepang untuk menghadapi konflik di kawasan Asia-Pasifik.

Komentar tersebut muncul setelah Komandan US Forces Japan Letnan Jenderal Stephen Jost mengatakan kepada surat kabar Asahi bahwa jumlah personel di markas komando telah bertambah 215 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Penambahan tersebut dilakukan untuk memperkuat fungsi komando dan meningkatkan koordinasi dengan sekutu Amerika Serikat.

Baca Juga:  AS Gempur Puluhan Target Militer IRGC, CENTCOM Sebut untuk Kurangi Ancaman Iran

KCNA juga menilai kerja sama militer Amerika Serikat, Korea Selatan, dan Jepang belakangan ini telah meningkatkan ketegangan di kawasan. Menurut media tersebut, US Forces Japan kemungkinan menjadi salah satu pasukan pertama yang dikerahkan sebagai bala bantuan ke Semenanjung Korea apabila konflik pecah.

Media Korea Utara itu turut menuduh Washington melakukan petualangan militer yang dinilai menjadi alasan bagi Pyongyang untuk terus mengembangkan kemampuan nuklir sebagai alat penangkal.

Editorial tersebut menjadi pernyataan keempat yang diterbitkan KCNA sepanjang Juli yang mengkritik Amerika Serikat, Jepang, dan Korea Selatan. Pejabat Korea Utara juga beberapa kali mengecam kerja sama militer ketiga negara serta kebijakan yang disebut Pyongyang sebagai kebijakan bermusuhan.

Baca Juga:  Khamenei: Pelanggaran MoU Buktikan Tanda Tangan Trump Tak Bernilai
TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA