ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Sumatera Barat menggandeng Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat untuk mengawal pembangunan Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT). Sinergi tersebut dibahas dalam pertemuan di Kantor Kejati Sumatera Barat, Padang, Rabu (5/8/2026).
Pertemuan dihadiri Kepala Kanwil Kemenhaj Sumbar M. Rifki bersama Kepala Bidang Pelayanan dan Fasilitasi Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah Yudi Hidayat serta Staf Pengadaan Barang dan Jasa Hendri Novrizal. Rombongan diterima Asisten Bidang Intelijen Kejati Sumatera Barat Hanung Widyatmaka untuk membahas rencana pendampingan proyek yang didanai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
“Kami mengharapkan arahan dan pengawalan Kejati agar pembangunan berjalan sesuai aturan,” ujar M. Rifki.
Menurut Rifki, pendampingan dari Kejati diharapkan dapat memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai ketentuan serta meminimalkan potensi pelanggaran dalam pelaksanaan proyek. Kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pembangunan yang akuntabel dan transparan.
Menanggapi hal itu, Hanung Widyatmaka menyatakan Kejati Sumatera Barat siap memberikan pendampingan terhadap proyek strategis tersebut. Dukungan itu diharapkan membantu kelancaran pelaksanaan pembangunan sekaligus memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Pembangunan Gedung PLHUT merupakan salah satu upaya Kemenhaj untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan mampu menghadirkan pelayanan yang lebih terpadu, efektif, dan mudah diakses oleh calon jemaah.
Melalui sinergi dengan aparat penegak hukum, Kanwil Kemenhaj Sumbar berharap proses pembangunan dapat berlangsung tepat waktu, sesuai ketentuan, dan memberikan manfaat optimal bagi peningkatan pelayanan haji dan umrah di Sumatera Barat.
