ISLAM LIVE – Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Bali mendorong pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal agar dapat masuk dalam ekosistem ekonomi haji dan umrah, termasuk membuka peluang pasar di Arab Saudi. Upaya tersebut akan diperkuat melalui pelaksanaan eL-Hajj Bali Festival 2026 pada 11 Oktober mendatang.
Plt. Kepala Kanwil Kemenhaj Bali, H. Muhammad Nasihuddin, mengatakan festival tersebut tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan edukasi perhajian, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi UMKM yang memiliki produk terkait kebutuhan jemaah haji dan umrah.
“Pemikiran sederhananya, puluhan triliun dana yang dibelanjakan di Arab Saudi harus ada yang kembali dan dapat dirasakan keuntungannya oleh masyarakat Indonesia melalui UMKM,” ujar Nasihuddin saat bersilaturahim dengan Kepala Kanwil Kemenag Bali, I Gusti Made Sunartha, Kamis (10/9/2026).
Menurut Nasihuddin, penguatan UMKM merupakan bagian dari misi Kemenhaj dalam membangun ekosistem ekonomi haji. Karena itu, potensi pelaku usaha lokal perlu diperkenalkan dan dikembangkan agar dapat mengambil bagian dalam rantai ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah.
Dalam pelaksanaannya, eL-Hajj Bali Festival 2026 akan mempertemukan unsur edukasi perhajian dengan expo UMKM. Produk-produk halal yang menjadi binaan Kementerian Agama (Kemenag) dan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) juga memiliki peluang untuk diperkenalkan melalui kegiatan tersebut.
Nasihuddin menjelaskan, festival tersebut sekaligus menyasar masyarakat binaan Kemenag, termasuk pelajar muslim di sekolah umum dan madrasah. Selain memberikan edukasi mengenai haji dan umrah kepada generasi muda, kegiatan ini diharapkan membuka ruang bagi UMKM lokal untuk berkembang dalam ekosistem ekonomi haji.
