ISLAM LIVE – Kementerian Agama RI menargetkan struktur lengkap Direktorat Jenderal Pesantren terbentuk dalam 10 hari agar pelayanan negara kepada pesantren segera berjalan optimal. Target tersebut menjadi langkah awal penting setelah Ditjen Pesantren resmi berdiri sebagai satuan kerja baru setingkat eselon I yang terpisah dari Ditjen Pendidikan Islam.
“Insya Allah dalam rangka menyelesaikan ini kita diberi waktu ya, semoga 10 hari ini semuanya sudah terbentuk, eselon II sudah dilantik, eselon III sudah dilantik, kemudian semua bisa bekerja untuk secepatnya,” ujar Basnang Said, Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, di Jakarta, Kamis (17/9/2026) .
Basnang menjelaskan struktur Ditjen Pesantren akan diperkuat lima pejabat eselon II, 15 pejabat eselon III, dan empat pejabat eselon IV. Lima jabatan eselon II tersebut mencakup Sekretaris Ditjen Pesantren, Direktur Ma’had Aly, Direktur Muadalah dan Diniyah Formal, Direktur Dakwah dan Pendidikan Nonformal, serta Direktur Pemberdayaan Masyarakat .
Struktur tersebut menunjukkan Ditjen Pesantren tidak hanya diarahkan untuk mengurusi aspek pendidikan pesantren, tetapi juga dakwah, pendidikan nonformal, hingga pemberdayaan masyarakat. “Insya Allah tentu kita berharap bahwa negara benar-benar utuh dan hadir untuk pesantren,” kata dia .
Pembentukan Ditjen Pesantren sekaligus menandai perubahan posisi pesantren dalam tata kelola Kementerian Agama. Urusan pesantren kini memiliki direktorat jenderal tersendiri, tidak lagi berada di bawah Ditjen Pendidikan Islam. Dengan target struktur rampung 10 hari, Ditjen Pesantren dituntut segera membuktikan bagaimana lembaga baru tersebut mengubah kehadiran pemerintah menjadi layanan yang lebih nyata bagi pesantren .
