ISLAM LIVE – Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mendorong perguruan tinggi, khususnya mahasiswa pascasarjana, memperkuat riset terkait ekosistem haji dan umrah agar mampu menjawab perubahan serta kebutuhan nyata di lapangan.
Dorongan tersebut disampaikan Jaenal saat menjadi narasumber Stadium Generale di Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Agama, Ekonomi, dan Masa Depan Bangsa: Transformasi Ekosistem Haji dan Umrah untuk Masa Depan Bangsa.”
“Riset akademik tidak boleh sekadar berorientasi teoritis pasif di atas kertas. Harus peka terhadap tantangan riil: digitalisasi layanan, pergeseran sosiologis umat, dan dinamika pasar halal global,” tegas Jaenal.
Menurut Jaenal, pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah membutuhkan basis pengetahuan yang mampu membaca perubahan sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Haji dan umrah tidak hanya memiliki dimensi spiritual, tetapi juga membentuk ekosistem yang melibatkan berbagai sektor, seperti produksi, logistik, akomodasi, konsumsi, transportasi, farmasi, dan layanan pendukung lainnya.
Karena itu, ia mendorong penelitian mengenai ekosistem haji dan umrah dikembangkan secara lintas disiplin dengan memadukan perspektif ekonomi, teknologi, sosiologi, dan nilai-nilai keagamaan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar hasil penelitian tidak berhenti pada kajian teoritis, tetapi dapat memberikan masukan bagi kebijakan dan inovasi.
