ISLAM LIVE – Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Dendi Suryadi meminta jajaran Kanwil dan Kantor Kemenhaj Kabupaten/Kota mempertemukan ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, perawat, Petugas Haji Daerah (PHD), dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sejak berada di daerah asal (homebase). Pertemuan tersebut diarahkan untuk menyepakati jadwal perjalanan dan umrah wajib sebelum jemaah berangkat ke Tanah Suci.
Dendi meminta seluruh pihak membahas dan menyepakati jadwal tersebut bersama-sama agar pelaksanaan perjalanan kloter dapat dikoordinasikan sejak awal. Jadwal itu mencakup waktu penerbangan, kedatangan, hingga pelaksanaan umrah wajib.
“Temukan sejak awal dengan PHD, temukan dengan KBIHU. Jangan sampai KBIHU ini ketemu dengan ketua kloter di Tanah Suci, di medan tempur. Temukan sejak di homebase. Bikin satu produk yang mana produk itu merupakan jadwal membawa kloter tersebut, kapan terbang, kapan mendarat, dan kapan umrah wajibnya. Sepakati dulu, diskusi, agar bisa memitigasi kericuhan,” tegas Dendi saat menutup agenda Sosialisasi Unit Pengendalian Gratifikasi (UPG) di Bogor, Jumat (31/7/2026) malam.
Menurut Dendi, pertemuan sejak homebase diperlukan agar KBIHU, PHD, dan unsur petugas kloter dapat berdiskusi sebelum pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.
Ia meminta hasil pembahasan tersebut dituangkan dalam satu jadwal perjalanan yang disepakati bersama. Jadwal itu menjadi acuan mengenai waktu penerbangan, kedatangan, serta pelaksanaan umrah wajib bagi kloter.
Dendi juga mengingatkan agar koordinasi antara KBIHU dan ketua kloter tidak baru dilakukan ketika seluruh pihak telah berada di Tanah Suci. Pertemuan sejak daerah asal diharapkan memberi ruang untuk menyelaraskan rencana dan membahas potensi persoalan sebelum keberangkatan.
Dengan koordinasi sejak homebase, Dendi meminta seluruh unsur yang terlibat dalam pendampingan jemaah memiliki kesepakatan bersama mengenai perjalanan kloter dan pelaksanaan umrah wajib.
