ISLAM LIVE – Indonesia dan Uzbekistan membahas peluang penguatan konektivitas penerbangan langsung sebagai bagian dari upaya meningkatkan mobilitas wisatawan dan memperluas kerja sama pariwisata kedua negara.
Pembahasan tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf dengan Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan Abdulaziz Akkulov di Tashkent, Senin (8/9/2026).
Gus Irfan mengatakan peningkatan konektivitas transportasi menjadi salah satu hal penting dalam mengembangkan hubungan pariwisata Indonesia dan Uzbekistan. Karena itu, kedua pihak akan melanjutkan pembahasan mengenai kemungkinan pembukaan konektivitas penerbangan langsung antara maskapai kedua negara.
“Kita perlu meningkatkan hubungan dan kerja sama dua negara ini. Saya juga bertemu dengan gubernur, pengusaha Indonesia, dan pengusaha Uzbekistan yang ingin berusaha di Indonesia. Semoga hal ini dapat terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama,” ujar Gus Irfan.
Menurut Gus Irfan, konektivitas penerbangan yang lebih baik dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat kedua negara untuk saling berkunjung. Hal tersebut juga dapat mendukung pengembangan wisata religi dan pariwisata secara lebih luas.
Ketua Komite Pariwisata Uzbekistan Abdulaziz Akkulov mengatakan pihaknya menyambut baik peluang peningkatan hubungan pariwisata dengan Indonesia. Ia menyebut Uzbekistan telah memberlakukan kebijakan bebas visa bagi tujuh negara sejak 2017, termasuk Indonesia.
Kebijakan tersebut dinilai menjadi salah satu modal untuk meningkatkan mobilitas wisatawan Indonesia ke Uzbekistan. Dalam delapan bulan terakhir, jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Uzbekistan disebut terus meningkat dan telah melampaui jumlah wisatawan asal Malaysia.
Abdulaziz juga mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Menteri Pariwisata Indonesia mengenai peluang melakukan promosi pariwisata bersama.
Menurut Abdulaziz, promosi bersama dapat memperkenalkan potensi pariwisata masing-masing negara kepada masyarakat secara lebih luas. Uzbekistan memiliki destinasi sejarah dan budaya, sementara Indonesia memiliki keragaman destinasi wisata yang dapat ditawarkan kepada wisatawan Uzbekistan.
Gus Irfan turut mengundang masyarakat Uzbekistan untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu tujuan wisata. Menurutnya, Indonesia memiliki keragaman destinasi yang dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan.
