ISLAM LIVE – KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menegaskan bahwa penguatan NU harus dimulai dari akar utamanya, yakni pesantren, sekaligus mendorong perhatian lebih besar kepada wilayah di luar Jawa. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam silaturahim bersama PWNU dan PCNU se-Aceh, Rabu (19/8/2026) di Banda Aceh.
“NU tidak boleh hanya kuat di pusat, tetapi juga harus tumbuh dan dirasakan manfaatnya hingga ke daerah-daerah,” katanya.
Gus Rozin menyebut pesantren sebagai jantung NU, tempat ulama dilahirkan, kader ditempa, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah diwariskan. Karena itu, menurutnya, memperkuat pesantren sama dengan menjaga masa depan NU dan Indonesia.
Pernyataan itu muncul setelah Rais Syuriyah PCNU Aceh Tengah menanyakan komitmen konkret Gus Rozin apabila kelak mendapatkan amanah sebagai Ketua Umum PBNU dalam memperkuat dan mengembangkan pesantren. Pertanyaan tersebut mendapat respons positif mengingat rekam jejak Gus Rozin yang selama ini banyak bersentuhan dengan dunia pesantren.
“Pesantren harus terus didorong agar mampu berkembang dalam bidang pendidikan, sumber daya manusia, ekonomi, dan teknologi tanpa kehilangan karakter serta tradisi keilmuannya,” ujarnya.
Rekam jejak Gus Rozin dalam dunia pesantren cukup panjang. Pada periode 2014–2019, ia terlibat dalam pengawalan lahirnya Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Ia juga menjadi inisiator Gerakan Pesantrenku Bersih, Pesantren Keren pada 2019, serta terlibat dalam berbagai program seperti Liga Santri Nasional, Gerakan Ayo Mondok, hingga Program Beasiswa LPDP untuk Santri.
Menurut Gus Rozin, penguatan pesantren dan perhatian terhadap NU di daerah memiliki keterkaitan erat. Pesantren merupakan salah satu basis penting dalam menjaga tradisi keilmuan, kaderisasi, dan keberlanjutan NU di berbagai daerah, termasuk di luar Jawa.
Ia mendorong agar kepemimpinan PBNU mendatang tidak hanya melihat pembangunan organisasi dari perspektif pusat, tetapi juga mendengar kebutuhan struktur dan jamaah di daerah. Penguatan NU harus berjalan dari bawah dengan memberikan ruang lebih besar bagi daerah berkembang sesuai potensinya.
“NU harus tumbuh dari akar, dan pesantren adalah akar itu. Saya siap memperjuangkannya,” katanya.
