ISLAM LIVE – Sebanyak 300 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai daerah di Jawa Timur terlibat dalam Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 di Kota Madiun. Kegiatan tersebut diarahkan untuk memperluas akses pasar sekaligus membuka peluang kemitraan bagi pelaku UMKM.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah RI Jaenal Effendi mengatakan, expo tersebut tidak sekadar menjadi ruang pamer produk, tetapi diarahkan untuk memperkuat keterhubungan UMKM dengan ekosistem haji dan umrah.
“Dari pameran menjadi kemitraan, dari kemitraan menjadi transaksi, dan dari transaksi menjadi pertumbuhan ekonomi dan kemaslahatan masyarakat,” ujar Jaenal.
Sebanyak 300 UMKM tersebut terbagi dalam enam kategori, yakni haji dan umrah, makanan dan minuman, muslim fashion, kerajinan dan ekonomi kreatif, produk olahan dan unggulan, serta layanan lainnya.
Menurut Jaenal, perluasan akses pasar dilakukan melalui business matching yang mempertemukan pelaku UMKM dengan dunia usaha, perbankan, dan calon mitra. Pertemuan tersebut diarahkan untuk membuka peluang kerja sama sekaligus mendorong transaksi bisnis baru.
Expo UMKM dan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah 2026 berlangsung pada 25–27 September 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun. Kegiatan tersebut dirangkai dengan Kick Off Manasik Haji Nasional 2026.
