ISLAM LIVE – Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (PE2HU) Kementerian Haji dan Umrah, Jaenal Effendi, mengungkapkan penguatan ekosistem ekonomi haji pada 2026 telah memberikan dampak sekitar Rp423 miliar kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sejumlah sektor pendukung perhajian.
Hal tersebut disampaikan Jaenal saat menjadi narasumber Stadium Generale di Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga, Rabu (9/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema “Agama, Ekonomi, dan Masa Depan Bangsa: Transformasi Ekosistem Haji dan Umrah untuk Masa Depan Bangsa.”
“Investasi ekosistem haji bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menjadi instrumen untuk menciptakan efisiensi biaya haji dan meningkatkan manfaat bagi jamaah,” ujar Jaenal.
Menurut Jaenal, ekosistem ekonomi haji dan umrah melibatkan berbagai sektor, mulai dari produksi, logistik, akomodasi, konsumsi, transportasi, farmasi, hingga layanan pendukung lainnya. Penguatan ekosistem tersebut diarahkan untuk menciptakan multiplier effect bagi perekonomian nasional.
Pada 2026, dampak penguatan ekosistem ekonomi haji disebut telah dirasakan UMKM yang bergerak di sektor bumbu, makanan siap saji atau Ready to Eat (RTE), serta perlengkapan haji dengan nilai sekitar Rp423 miliar. Dampak tersebut juga disebut turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 0,02 persen.
