ISLAM LIVE – Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan travel umrah yang terbukti menelantarkan atau menipu jemaah akan ditutup. Ketegasan tersebut disampaikan menyusul banyaknya laporan mengenai jemaah yang terlantar akibat persoalan layanan travel umrah di Arab Saudi.
Dahnil mengatakan pihaknya menerima sejumlah laporan mengenai travel yang menelantarkan jemaah di Jeddah dan Makkah. Persoalan yang dilaporkan antara lain tiket jemaah yang tidak dibelikan serta dugaan penipuan oleh pihak travel.
“Saya hari ini sudah perintahkan Dirjen Pengendalian kami untuk memastikan kalau ada jamaah umroh yang ditelantarkan oleh travel, kami akan pastikan travelnya ditutup,” ujar Dahnil saat berkegiatan bersama jemaah haji Kota Medan, Sumatera Utara, di Masjid Ar-Rifai Kota Medan pada 31 Juli 2026.
Dahnil menegaskan dirinya akan melakukan pengecekan terhadap praktik travel yang dilaporkan menelantarkan jemaah. Ia menyatakan penutupan akan dilakukan apabila ditemukan praktik penelantaran jemaah yang dilakukan oleh travel.
Menurut Dahnil, persoalan penelantaran jemaah juga mencakup dugaan penipuan yang dilakukan travel umrah. Karena itu, ia menegaskan pemerintah akan mengambil tindakan terhadap travel yang melakukan praktik tersebut.
Dahnil menegaskan langkah tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan jemaah umrah tidak menjadi korban praktik travel yang tidak bertanggung jawab.
