AI di Pendidikan Cukup Alat Bantu, Bukan Pengganti Guru

3 views
Imam Tobroni, S.Pd., M.Pd., Pengawas Madya SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas

ISLAM LIVE – Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan perlu disikapi secara bijak agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran tanpa mengurangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan integritas akademik peserta didik.

Pengawas Madya SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, Imam Tobroni, menegaskan AI merupakan teknologi yang tidak bisa dihindari sehingga perlu dimanfaatkan sebagai pendukung proses belajar mengajar, bukan sebagai pengganti peran guru maupun usaha belajar siswa.

“AI hendaknya dimanfaatkan sebagai alat bantu pembelajaran. Guru tetap menjadi pembimbing utama, sementara siswa harus tetap mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kejujuran dalam belajar,” kata Imam Tobroni, S.Pd., M.Pd., Pengawas Madya SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas, di Studio Pro 1 RRI Purwokerto, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga:  Fakta, Klaim Febrie Adriansyah Akan Bongkar Bunker Uang Rp11 Triliun Milik Jokowi

Menurut Imam, sekolah memiliki peran penting dalam membangun budaya literasi digital, termasuk memberikan pemahaman mengenai etika penggunaan AI, perlindungan data pribadi, serta tanggung jawab dalam menghasilkan karya yang orisinal.

Pemanfaatan AI juga perlu diimbangi dengan pengawasan dan aturan yang jelas di lingkungan sekolah agar tidak disalahgunakan oleh peserta didik maupun tenaga pendidik.

Sementara itu, Akademisi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto, Dr. Edi Santoso, menilai perkembangan AI membawa peluang besar bagi transformasi pendidikan apabila dimanfaatkan secara tepat.

AI dapat membantu mempercepat pencarian informasi, memperkaya referensi belajar, hingga mendukung guru dalam menyusun materi pembelajaran secara lebih efisien.

“Yang terpenting bukan sekadar mampu menggunakan AI, tetapi bagaimana pengguna mampu memverifikasi informasi, berpikir kritis, dan tetap menghasilkan gagasan orisinal. AI adalah mitra belajar, bukan pengganti kemampuan manusia,” ujarnya.

Baca Juga:  PKB: Jangan Generalisasi Kasus Oknum di Pesantren

Melalui dialog tersebut, masyarakat diajak memandang AI sebagai peluang untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus tetap mengedepankan nilai-nilai integritas, tanggung jawab, dan pembelajaran yang berpusat pada manusia.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA