ISLAM LIVE – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut hilirisasi dan transformasi industri menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal itu disampaikan dalam BIG Downstream Insights 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Airlangga mengatakan ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen pada Semester I-2026, sementara industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen. PMI Manufaktur Indonesia juga naik menjadi 52,4 pada September 2026.
Menurut Airlangga, hilirisasi ini perlu mencakup mineral, batu bara, pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, dan kelautan. Hilirisasi juga perlu berjalan bersama penguatan sektor manufaktur seperti otomotif, tekstil, serta barang konsumsi.
“Saya juga memberikan catatan bahwa hilirisasi tidak sama dengan industrialisasi. Hilirisasi salah satu daripada industri dan berbagai manufaktur lain yang didorong adalah tentunya seperti sektor otomotif, sektor tekstil, produk tekstil, sektor fast moving consumer goods, kemudian sektor strategis lain. Nah itu juga banyak yang perlu kita dorong agar kontribusi industri terhadap GDP itu bisa lebih tinggi dari 20%,” tegas Menko Airlangga.
Pemerintah juga mendorong digitalisasi, semikonduktor, AI, energi hijau, dan pengembangan talenta untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing.
Airlangga menilai hilirisasi dan transformasi industri dapat mendukung target pertumbuhan ekonomi menuju 8 persen.
