ISLAM LIVE – Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Pelantikan ini menjadi babak baru bagi kiai yang pernah dua periode memimpin Nahdlatul Ulama.
Karier Said Aqil di NU dimulai sejak masa mahasiswa. Ia pernah menjadi Sekretaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta dan Ketua Keluarga Mahasiswa NU di Mekkah. Di struktur PBNU, ia dipercaya menjadi Wakil Katib Aam dan kemudian Katib Aam, serta terlibat dalam berbagai forum kebangsaan, termasuk Tim Gabungan Pencari Fakta Kerusuhan Mei 1998.
Namanya mencapai puncak kepemimpinan NU ketika terpilih sebagai Ketua Umum PBNU periode 2010–2015 dalam Muktamar ke-32 NU di Makassar. Ia memperoleh 294 suara, mengungguli Slamet Effendi Yusuf yang meraih 201 suara.
Lima tahun kemudian, Said Aqil kembali dipercaya memimpin PBNU melalui Muktamar ke-33 NU di Jombang. Ia meraih 287 dari 412 suara muktamirin dan memimpin organisasi tersebut untuk periode 2015–2020.
Selama memimpin NU, ia menempatkan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi sebagai agenda penting. Ia juga pernah menyatakan komitmen untuk tidak menggunakan NU bagi kepentingan politik praktis.
Selain kiprahnya di NU, Said Aqil memiliki pengalaman panjang di dunia pendidikan. Ia pernah mengajar di sejumlah perguruan tinggi, termasuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, serta terlibat dalam berbagai lembaga akademik dan sosial. Ia juga pernah menjadi anggota MPR RI dari fraksi yang mewakili NU pada 1999–2004.
Said Aqil lahir di Pondok Pesantren Kempek, Cirebon, Jawa Barat, 3 Juli 1953. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren. Ayahnya, KH Aqil Siroj Kempek, dikenal sebagai salah satu kiai dalam jejaring ulama Cirebon yang terhubung dengan sejumlah pesantren besar di wilayah tersebut.
Pendidikan keagamaannya ditempuh sejak muda. Setelah belajar di Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek, ia melanjutkan ke Pesantren Lirboyo, Kediri, dan Pesantren Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Said Aqil kemudian memperdalam studi Islam di Arab Saudi, menyelesaikan S1 Ushuluddin dan Dakwah di Universitas King Abdul Aziz pada 1982, S2 Perbandingan Agama pada 1987, dan S3 Aqidah/Filsafat Islam di Universitas Umm Al-Qura pada 1994.
