ISLAM LIVE – Bank Indonesia (BI) menghadirkan Gerai CERDAS PeKA di Universitas Airlangga (UNAIR), Surabaya, untuk memperkuat literasi dan pelindungan konsumen bagi generasi muda.
Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan mahasiswa perlu meningkatkan kemampuan dari sekadar digital savvy menjadi risk savvy agar mampu mengenali dan mengelola risiko transaksi digital. Gerai tersebut diresmikan pada (2/10/2026) bersama UNAIR dan PERBANAS.
“Mengetahui kanal pengaduan dan berani melapor bukan tanda kelemahan. Itu adalah bentuk keberdayaan konsumen,” ujar Filianingsih.
Filianingsih juga menekankan pentingnya memeriksa informasi melalui kanal resmi, melindungi data pribadi, serta mewaspadai rekayasa sosial dan penipuan digital.
“Kecepatan transaksi harus diimbangi dengan kecepatan literasi. Karena akses tanpa pemahaman dapat menciptakan kerentanan, sementara inovasi tanpa kepercayaan tidak akan berkelanjutan,” tegasnya.
Hingga Agustus 2026, transaksi QRIS mencapai 17,45 miliar transaksi secara kumulatif, dengan 69,32 juta pengguna dan 47,11 juta merchant. Sementara SNLIK 2026 mencatat inklusi keuangan usia 18–25 tahun 95,69%, sedangkan literasinya 73,32%.
Melalui Gerai CERDAS PeKA, BI mendorong mahasiswa memahami risiko, produk keuangan, dan kanal pengaduan.
