ISLAM LIVE – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memperluas ruang keterlibatan generasi muda dalam pengembangan industri batik melalui kreativitas, teknologi, desain, pemasaran digital, dan inovasi keberlanjutan.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan regenerasi penting untuk menjaga keberlangsungan industri batik sekaligus memperkuat kemampuan perajin menghadapi perkembangan pasar. Hal itu disampaikan dalam Community Engagement “Make Your Move: Your Journey to the Future of Industry” di Surabaya, Kamis, (1/10/2026).
“Pelestarian juga perlu berjalan bersama upaya untuk membuat para perajin batik mampu bertahan dan berkembang,” ujar Faisol.
Menurut Kemenperin, industri pengolahan nonmigas tumbuh 5,32 persen secara tahunan pada Triwulan II 2026, di atas pertumbuhan ekonomi nasional 5,29 persen.
Ekspor produk batik 2025 juga meningkat 32,50 persen menjadi USD20,14 juta dari USD15,20 juta pada 2024. Pada Triwulan II 2026, ekspor tercatat USD4,39 juta.
Faisol mendorong kolaborasi perajin dengan generasi muda dalam fotografi, katalog digital, e-commerce, analisis data, desain, hingga pengelolaan lingkungan.
“Ketika keduanya ini bertemu maka menjadikan sebuah kolaborasi yang kuat. Dan hal tersebut dapat menjadi bentuk kontribusi konkret dari generasi muda atau Gen Z,” ungkapnya.
Rangkaian Puncak Pameran HBN 2026 berlangsung 30 September–4 Oktober di Plaza Tunjungan 3, Surabaya, dengan lebih dari 40 peserta.
