ISLAM LIVE – Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf mendorong pelaku UMKM Indonesia memanfaatkan peluang pasar Arab Saudi melalui penguatan rantai pasok kebutuhan haji dan umrah. Produk makanan dan minuman, pangan olahan, perlengkapan haji, busana, kerajinan, hingga oleh-oleh dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan ke pasar tersebut.
Hal itu disampaikan Gus Irfan saat membuka Business Matching Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah Tahun 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Sabtu (26/9/2026). Dalam kegiatan tersebut, pelaku UMKM dipertemukan dengan dunia usaha, perbankan, eksportir, dan mitra strategis.
“Kalau hari ini kita bisa mengekspor, tetapi tahun berikutnya tidak siap, mitra tentu akan memilih pemasok yang kontinuitasnya lebih terjamin. Karena itu kesiapan dan konsistensi harus kita jaga,” jelas Gus Irfan.
Gus Irfan menilai peluang pasar Arab Saudi perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar yang dibutuhkan. Selain kualitas produk, pelaku UMKM perlu memperhatikan harga, ketentuan regulasi, serta kemampuan menjaga kontinuitas pasokan.
Untuk memperkuat daya saing, Kemenhaj mendorong pembentukan kemitraan dan konsorsium ekspor. Skema tersebut diharapkan dapat membantu UMKM mengatasi keterbatasan kapasitas usaha ketika berhadapan dengan kebutuhan pasar yang lebih besar.
Menurut Gus Irfan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, perbankan, eksportir, dan penyelenggara perjalanan haji dan umrah diperlukan untuk membuka akses yang lebih luas ke pasar Arab Saudi. Kolaborasi tersebut juga diharapkan memperkuat posisi produk Indonesia dalam rantai pasok haji dan umrah.
Gus Irfan berharap business matching tidak berhenti sebagai forum promosi, tetapi berkembang menjadi kontrak, transaksi bisnis, dan kerja sama berkelanjutan. Dengan demikian, peluang pasar haji dan umrah dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses usaha serta meningkatkan daya saing produk Indonesia.
