ISLAM LIVE – Industri halal Indonesia didorong semakin kompetitif melalui penguatan pembiayaan, rantai pasok, sertifikasi, dan akses pasar. Kementerian Perindustrian memperluas kolaborasi dengan sektor keuangan dan mitra internasional dalam rangkaian Halal Indo 2026 di ICE BSD, Tangerang, Jumat (25/09/2026).
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan industri halal membutuhkan ekosistem yang terintegrasi. “Pengembangan industri halal tidak dapat dilakukan secara parsial. Kita membutuhkan ekosistem yang menghubungkan industri, kawasan, pembiayaan, rantai pasok, teknologi, hingga akses pasar,” ujar Agus di Jakarta (26/09/2026).
Dalam agenda tersebut, Pusat Industri Halal Kemenperin menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan PT Maybank Indonesia Tbk untuk mendukung pembiayaan syariah, peningkatan kapasitas pelaku usaha, fasilitasi sertifikasi halal, serta perluasan akses pasar domestik dan internasional.
Kepala Pusat Industri Halal Kemenperin Dewi Setiawati mengatakan sinergi ini diarahkan untuk memperluas akses layanan keuangan bagi pelaku industri halal.
“Industri halal membutuhkan dukungan pembiayaan yang sejalan dengan kebutuhan pengembangan industri. Melalui sinergi ini, kami ingin memacu terciptanya akses yang lebih luas bagi pelaku industri terhadap layanan keuangan, sekaligus memperkuat konektivitas antara sektor industri dengan ekosistem keuangan,” ujarnya.
Kerja sama lain juga diarahkan untuk mengembangkan Bintan Inti Halal Hub serta memperkuat rantai pasok produk halal berbasis hasil pertanian lokal.
