Nasaruddin Umar : Ajaran Agama Harus Jadi Sumber Kepedulian pada Lingkungan

10 views
Menteri Agama saat sambutan pada acara Gala Dinner IGIC 2026 di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026) malam. ( Foto : Kemenang Sulawesi Barat )

ISLAM LIVE – Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar mengajak para pemimpin agama menggunakan bahasa agama untuk membangun kesadaran menjaga alam. Menurutnya, para pemimpin agama memiliki tanggung jawab bersama memastikan ajaran agama menjadi sumber kebijaksanaan, kasih sayang, kerukunan, dan kepedulian terhadap kehidupan manusia.

“Kita semua dipersatukan oleh satu tanggung jawab yang sama, memastikan agama terus menginspirasi kebijaksanaan, kasih sayang, kerukunan, dan kepedulian terhadap dunia yang telah Allah amanahkan kepada kita,” kata Nasaruddin Umar, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, dalam Gala Dinner IGIC 2026 di Gedung Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (25/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Nasaruddin membacakan ayat demi ayat tentang larangan berbuat kerusakan. Menurutnya, kerusakan bukan sekadar dosa ekologis, tetapi pengkhianatan terhadap janji purba antara manusia dan semesta untuk hidup bersama, bukan saling melukai.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَاِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِۙ قَالُوْٓا اِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُوْنَ ۝١١

Baca Juga:  Darul Ma'arif NU Rejang Lebong Luncurkan Program Bank Sampah, Bentuk Kepedulian Santri terhadap Lingkungan

“Apabila dikatakan kepada mereka, ‘Janganlah berbuat kerusakan di bumi,’ mereka menjawab, ‘Sesungguhnya kami hanyalah orang-orang yang melakukan perbaikan’.” (QS Al-Baqarah: 11)

Imam Thabari menjelaskan dalam kitab Jami’ul Bayan bahwa yang dimaksud kerusakan di bumi adalah perbuatan maksiat, kekafiran, dan kemunafikan. Menurutnya, siapa pun yang tidak taat kepada Tuhan berarti telah ikut merusak bumi.

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman:

وَاِذَا تَوَلّٰى سَعٰى فِى الْاَرْضِ لِيُفْسِدَ فِيْهَا وَيُهْلِكَ الْحَرْثَ وَالنَّسْلَۗ وَ اللّٰهُ لَا يُحِبُّ الْفَسَادَ

“Apabila berpaling atau berkuasa, dia berusaha untuk berbuat kerusakan di bumi serta merusak tanam-tanaman dan ternak. Allah tidak menyukai kerusakan.” (QS Al-Baqarah: 205)

Imam al-Qurthubi dalam tafsir al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an mengutip pendapat ulama tafsir klasik seperti Mujahid dan Imam Thabari. Ayat ini disebut memperingatkan orang-orang zalim yang merusak alam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ ۝٥٦

Baca Juga:  Keunikan Soto Batang, Cita Rasa Kuat Berkat Bumbu Tauto

“Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah diatur dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat dengan orang-orang yang berbuat baik.” (QS Al-A’raf: 56)

Menurut Prof. Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, Allah melarang manusia merusak bumi setelah menciptakannya dengan indah, seimbang, dan penuh kasih sayang. Kerusakan di sini bukan hanya maksiat, tetapi juga hal-hal yang mengganggu keharmonisan alam, seperti pencemaran lingkungan, pembakaran dan penebangan hutan liar, atau peperangan yang menghancurkan kehidupan.

Nasaruddin meminta pesan keagamaan itu disampaikan kepada para pengelola hutan, laut, dan sumber daya alam lainnya. “Mari kita menggunakan bahasa agama untuk menyadarkan para pengelola hutan, para pengelola laut, dan para pengelola alam semesta yang lain untuk tidak melakukan hal-hal yang melampaui batas,” ujarnya.

Ia menyebut gagasan tersebut sebagai penguatan persaudaraan antarmanusia. Konsep ukhuwah diperluas menjadi ukhuwah makhluqiyah, atau persaudaraan sebagai sesama makhluk.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA