ISLAM LIVE – Sekretaris Jenderal Projo Freddy Damanik menegaskan supremasi narasi tidak boleh menggantikan supremasi konstitusi dalam demokrasi. Penegasan itu disampaikan menanggapi gugatan Denny Indrayana dan kawan-kawan ke Mahkamah Konstitusi soal syarat pendidikan Gibran Rakabuming.
“Saya mengingatkan Denny Indrayana dan kawan-kawan, jangan menjadikan keadilan substantif sebagai kartu bebas untuk melanggar hukum acara. Keadilan substantif bukan berarti hukum acara boleh dibuang,” kata Freddy Damanik, Sekretaris Jenderal Projo, dalam konferensi pers, Jumat (25/9/2026).
Menurut Freddy, hukum tidak berubah hanya karena sebuah narasi yang diulang berkali-kali. Ia menyoroti narasi keadilan substantif yang terus diulang oleh Denny Indrayana dkk.
Jika setiap batas hukum bisa dihapus hanya dengan tiga kata “demi keadilan substantif”, menurutnya yang sedang dibangun bukan supremasi hukum, melainkan supremasi narasi. Oleh karena itu, ia menegaskan supremasi narasi tidak boleh menggantikan supremasi konstitusi.
Freddy juga menilai Denny dkk membangun narasi tentang keadilan substantif karena ragu dalilnya akan dikabulkan. Ia mengingatkan agar mereka tidak mencoba memenangkan perkara di acara luar hukum atau konferensi melalui perang opini.
“Karena ketika mereka yakin bahwa mereka tidak dapat memenuhi hukum acara, gugatan akan ditolak, dibangun argumentasi keadilan substantif,” ucapnya.
Sejauh ini, Denny Indrayana dkk sudah menyampaikan dalil dan argumentasinya. Para termohon serta pihak terkait juga telah menyampaikan tanggapan atas dalil kubu pemohon.
“Kami melihat tidak ada satupun argumen pengaduan yang bisa menjawab semua permasalahan hukum acara,” kata Freddy. Menurutnya, argumentasi Denny dkk tidak bisa menjawab poin-poin tentang kewenangan MK, batasan waktu, objek perkara, sampai kepastian hukum.
Freddy menegaskan keadilan substantif bukan berarti kewenangan MK boleh sesuka hati. Keadilan substantif juga bukan berarti putusan yang sesuai dengan permohonan permohonan adalah satu-satunya putusan yang dapat disebut adil.
