ISLAM LIVE – Utang pemerintah Indonesia mencapai Rp10.293,69 triliun pada akhir Juni 2026, setara 41,26 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut meningkat sekitar Rp655,79 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.
Berdasarkan data DJPPR Kementerian Keuangan, utang per 31 Maret 2026 mencapai Rp9.920,42 triliun. Sebanyak Rp8.652,89 triliun berasal dari Surat Berharga Negara (SBN), sementara Rp1.267,52 triliun berupa pinjaman.
Dilansir dari Kontan Kepala Ekonom Maybank Indonesia Juniman menyoroti beban utang per penduduk yang mencapai sekitar Rp35,84 juta. “Kalau sekiranya satu orang itu menanggung sekitar Rp36 juta, jadi baru lahir harus punya utang Rp36 juta,” ujarnya kepada Kontan, (12/08/2026).
Sementara itu, Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut pembiayaan utang neto hingga 31 Agustus 2026 sebesar Rp506 triliun masih sesuai rencana APBN. “Ini on track. Karena itu, sesuai dengan rencana APBN, dia on track, kita perhatikan terus ke depannya dan kita laporkan terus,” ungkapnya di Jakarta, 18/09/2026.
Pada Agustus 2026, pemerintah juga melunasi utang obligasi BLBI sebesar Rp218,3 triliun kepada Bank Indonesia.
