ISLAM LIVE – Indonesia Political Review mengingatkan pemerintah agar tidak terjebak pada pencitraan program. Tantangan terbesar justru memastikan program berjalan konsisten, tepat sasaran, bebas dari kebocoran, serta memiliki standar pelayanan yang baik.
“Jangan sampai programnya besar tetapi pelaksanaannya bermasalah. Pemerintah harus memastikan kualitas, pengawasan dan transparansinya. Karena semakin besar program, semakin besar pula ekspektasi masyarakat,” kata Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review, dalam keterangan tertulis, Rabu (23/9/2026).
Peringatan itu disampaikan di tengah wacana perluasan program pendidikan gratis hingga perguruan tinggi negeri. Menurut Iwan, pendidikan merupakan kebutuhan paling fundamental masyarakat, sehingga kebijakan yang mengurangi beban biaya pendidikan berpotensi mendapat respons positif luas.
Ia menilai kebijakan pendidikan gratis akan semakin kuat apabila dibarengi peningkatan kesejahteraan guru, dosen, serta tenaga kesehatan. Ketiga kelompok profesi itu disebut sebagai ujung tombak pembangunan sumber daya manusia dan pelayanan publik.
“Jangan hanya murid dan mahasiswa yang diperhatikan. Guru dan dosen harus semakin sejahtera, demikian juga tenaga kesehatan. Kalau negara ingin membangun manusia Indonesia yang berkualitas, maka orang-orang yang mendidik dan melayani masyarakat juga harus mendapatkan perhatian serius,” ujarnya.
Selain pendidikan, sejumlah program prioritas pemerintahan Prabowo mulai memasuki fase pembuktian. Program Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan berbagai program sosial-ekonomi lain perlu terus diperbaiki agar manfaatnya semakin nyata dan merata.
“Pemerintah sekarang masuk pada fase yang sangat penting, yaitu fase pembuktian. Program tidak cukup hanya bagus di atas kertas. Masyarakat harus melihat hasilnya, merasakan manfaatnya, dan merasakan adanya perubahan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Menurut Iwan, MBG memiliki efek lanjutan terhadap ekosistem ekonomi lokal apabila rantai pasoknya melibatkan petani, nelayan, peternak, UMKM, koperasi, dan pelaku usaha daerah. Begitu pula Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat yang dapat memperkuat ekonomi sekaligus memperluas akses pendidikan jika dikelola transparan dan tepat sasaran.
Jika sejumlah program itu berhasil dan manfaatnya dirasakan luas, Iwan menilai kepuasan publik terhadap Prabowo sangat mungkin meningkat signifikan. Dalam politik, kepuasan publik menjadi salah satu modal penting bagi tingkat dukungan politik seorang presiden.
“Kalau program-program ini berhasil dan manfaatnya dirasakan luas, kepuasan publik terhadap Prabowo sangat mungkin meningkat signifikan. Dan dalam politik, kepuasan publik tentu menjadi salah satu modal penting bagi tingkat dukungan politik seorang presiden,” ujarnya.
Menurut Iwan, jika pemerintah mampu menjaga kualitas implementasi berbagai program prioritas sekaligus menghadirkan terobosan di sektor pendidikan dan kesejahteraan, pemerintahan Prabowo akan memiliki narasi keberhasilan yang kuat menjelang akhir periode.
“Politik akhirnya kembali kepada hasil. Kalau masyarakat merasakan anaknya bisa sekolah tanpa terbebani biaya, guru dan dosennya semakin sejahtera, tenaga kesehatan semakin diperhatikan, anak-anak mendapatkan makanan bergizi, desa ekonominya bergerak, dan akses pendidikan semakin luas, maka pemerintah akan mendapatkan keuntungan politik secara alamiah dari kepuasan masyarakat,” pungkasnya.
