ISLAM LIVE – Kemenko Perekonomian memperkuat kapasitas negosiator melalui program pelatihan kerja sama dengan Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT).
Program Seminar on Enhancing Negotiation Capacity and Skills for Indonesian Officials tersebut diikuti 32 pegawai Kemenko Perekonomian dan berlangsung selama 14 hari di RRT. Pelatihan merupakan hibah bantuan teknis dan pengembangan kapasitas dari Pemerintah RRT melalui Ministry of Commerce (MOFCOM) dan Academy for International Business Officials (AIBO).
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan pelatihan diarahkan untuk membentuk aparatur yang mampu berpikir di luar pola rutin.
“Pelatihan ini kami siapkan agar para pegawai terbiasa berpikir non-business as usual, sehingga mampu menciptakan terobosan-terobosan untuk mempercepat program Pemerintah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi,” ungkap Susiwijono dalam acara pelepasan peserta di Jakarta, (07/09/2026).
Materi mencakup strategi negosiasi, komunikasi lintas budaya, perundingan perdagangan, penyelesaian sengketa internasional, hingga isu e-commerce.
Setelah pelatihan, peserta diminta menyusun kajian dan menyebarluaskan pengetahuan untuk memperkuat tata cara persiapan perundingan serta menyiapkan kader negosiator di lingkungan Kemenko Perekonomian.
