ISLAM LIVE – Indonesia mendorong transformasi pembangunan konektivitas kawasan IMT-GT (Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle) melalui penyelarasan proyek fisik dengan perencanaan pemerintah daerah serta penguatan koridor pelabuhan strategis.
Dorongan tersebut dibahas dalam Pertemuan Pejabat Tinggi ke-33 IMT-GT di Medan, Sumatra Utara, (08/09/2026). Pertemuan sekaligus menandai peralihan Chairmanship SOM (senior official meetings) dari Thailand kepada Indonesia.
Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi menilai konektivitas perlu dipandang sebagai penggerak ekonomi kawasan.
“Hari ini kita berkumpul tidak sekadar untuk membahas konektivitas fisik, melainkan untuk mereimajinasi konektivitas tersebut. Rantai pasok kawasan bukan lagi sekadar garis lurus di atas peta, melainkan ‘arteri hidup’ yang membuka peluang ekonomi riil bagi masyarakat subregional. Ketika jalur pelayaran utama seperti Selat Malaka mengalami perlambatan, dampaknya langsung dirasakan oleh perekonomian subregional,” jelas Deputi Edi di Medan
Pertemuan mengevaluasi Implementation Blueprint 2022-2026 dan menyiapkan cetak biru 2027-2031. Indonesia juga mendorong penguatan akses program ADB bagi pemerintah daerah serta integrasi IMT-GT dengan prioritas ASEAN.
