Kemenhaj Terapkan Pemeringkatan Nasional dalam Seleksi PPIH Arab Saudi

2 views
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, H. Wahyudi Abdul Wahab, menegaskan bahwa persaingan dalam seleksi ini bersifat nasional dan terbuka bagi seluruh peserta dari berbagai provinsi

ISLAM LIVE – Proses rekrutmen Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 1448 H/2027 M mengalami perubahan sistem. Jika sebelumnya penentuan kuota petugas dialokasikan berdasarkan daerah atau provinsi, kini seleksi dilakukan secara nasional melalui pemeringkatan nilai peserta.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Provinsi Jambi, H. Wahyudi Abdul Wahab, menegaskan peserta dari berbagai provinsi kini bersaing dalam satu sistem seleksi nasional. Kelulusan tidak lagi ditentukan berdasarkan kuota daerah, tetapi berdasarkan peringkat nilai tertinggi secara nasional melalui ujian Computer Assisted Test (CAT).

“Selain perubahan sistem kuota, pada tahapan seleksi kali ini juga dipastikan tidak ada lagi proses wawancara. Penilaian murni didasarkan pada hasil akhir skor ujian CAT yang transparan,” kata Wahyudi saat membuka ujian CAT PPIH Nonkesehatan Tahap II di UPT BKN Jambi, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga:  Sidak Kantor Sergai, Kakanwil Kemenhaj Sumut Tekankan Disiplin dan Kualitas Layanan

Dengan sistem tersebut, peserta yang memperoleh peringkat tertinggi di lokasi ujian belum dapat langsung dinyatakan lolos. Nilai mereka masih akan disandingkan dengan skor peserta dari seluruh Indonesia karena penentuan kelulusan dilakukan berdasarkan pemeringkatan secara nasional.

Seleksi tahun ini juga menggunakan metode CAT milik Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan standar yang disebut setara dengan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN). Penerapan sistem tersebut diarahkan untuk menjaga proses seleksi tetap profesional, transparan, dan berintegritas.

Kepala UPT BKN Jambi, Supmena Adi Putra, mengatakan prosedur dan alur peserta sebelum memasuki ruang ujian diterapkan secara ketat. Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga integritas pelaksanaan tes. Dalam ujian, peserta mengerjakan 100 soal dengan alokasi waktu sekitar 90 menit.

Baca Juga:  Hadapi Tren Umrah Mandiri, Menhaj Minta PPIU Tingkatkan Nilai Tambah Layanan

Wahyudi berharap peserta asal Provinsi Jambi mampu meraih nilai terbaik dalam persaingan nasional dan lolos menjadi bagian dari petugas haji Indonesia yang akan ditugaskan ke Arab Saudi. Sistem pemeringkatan nasional tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih terbuka bagi peserta berdasarkan hasil seleksi yang diperoleh.

TOPIK:

Mari Dukung islamlive.id

islamlive.id berupaya merawat jurnalisme independen yang lahir dari kerja keras para penulis, pembuat video, dan tim editor. Untuk menjaga agar konten-konten dapat terus hadir secara rutin, kami memerlukan dukungan dari para pembaca. Jika kamu berkenan menyisihkan sedikit rezeki untuk membantu kami menghasilkan artikel, video, ataupun infografis yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang ramah, inklusif, dan mencerahkan, dukungan itu akan sangat berarti bagi keberlangsungan kerja kami.

BACA JUGA