ISLAM LIVE – BNPB memulai Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Jawa Tengah untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengurangi sebaran abu vulkanik di udara.
Operasi tersebut dipusatkan di Lanud Ahmad Yani, Semarang, Senin (7/9/2026), dengan mengerahkan pesawat Cessna PK-SNH. BNPB berkolaborasi dengan BMKG dan BPBD Jawa Tengah untuk memantau pergerakan awan, titik rawan karhutla, serta persebaran abu vulkanik.
Pada misi Sorti 1, tim melakukan penyemaian di kawasan pesisir Cilacap, Banyumas, dan Brebes. Sebanyak 1.000 liter campuran air dan Kalsium Klorida (CaCl2) disemai pada ketinggian 9.000 kaki dengan menargetkan awan Cumulus.
BNPB menjelaskan bahan CaCl2 digunakan sebagai Cloud Condensation Nuclei (CCN) untuk membantu proses pembentukan hujan. Curah hujan diharapkan membasahi lahan dan membantu memadamkan sisa karhutla.
Selain penyemaian awan melalui Operasi modifikasi cuaca ini, BNPB menyiagakan watermist yang dicampur surfaktan untuk membantu membasuh dan mengikat material debu vulkanik di udara.
Sebelumnya, karhutla terjadi di Klaten, Sragen, dan Banyumas dengan total area terbakar yang dilaporkan mencapai 12,05 hektare. Seluruh kejadian berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa.
