ISLAM LIVE – Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri melalui pengembangan ekosistem vokasi. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas peluang kerja lulusan sekaligus menekan angka pengangguran di tengah pesatnya pertumbuhan kawasan industri .
“Dunia pendidikan dan industri harus bersinergi. Ini penting agar lulusan yang dihasilkan benar-benar sesuai kebutuhan pasar kerja,” kata Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dalam Simposium Nasional “Revitalisasi Sekolah Menuju Gresik Berkarya” di Gresik, Selasa (8/9/2026) .
Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif menegaskan pengembangan pendidikan vokasi menjadi salah satu strategi penting Pemkab Gresik dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten sekaligus mendukung percepatan penurunan angka pengangguran terbuka dan kemiskinan . “Tujuan kami bersama Bupati Gresik jelas, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu caranya adalah memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja,” ujarnya .
Penguatan ekosistem vokasi di Gresik memiliki landasan hukum melalui Peraturan Bupati Gresik Nomor 91 Tahun 2025 tentang Perencanaan Strategi Daerah Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi . Regulasi ini menjadi pijakan untuk membangun sistem pendidikan vokasi yang terintegrasi, berkelanjutan, serta selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja .
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah Guru Sinau Industri yang melibatkan 60 guru SMK, memungkinkan tenaga pendidik melihat langsung proses kerja di perusahaan . Selain itu, Pemkab Gresik telah menggelar pelatihan berbasis kompetensi yang diikuti 450 peserta, dengan 438 di antaranya dinyatakan kompeten dan siap bersaing di dunia kerja .
Dunia usaha dan industri memiliki peran strategis dalam pengembangan pendidikan vokasi. Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menekankan bahwa penyelarasan kurikulum harus berangkat dari kebutuhan nyata industri, bukan sekadar teori di ruang kelas . “Perubahan teknologi yang berlangsung cepat membuat dunia pendidikan harus terus mendapatkan informasi terbaru terkait kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja,” ujarnya .
Ke depan, sertifikasi kompetensi akan terus diperkuat agar lulusan vokasi tidak hanya mengantongi ijazah, tetapi juga memiliki bukti keterampilan yang diakui industri. “Kami ingin lulusan pendidikan vokasi tidak hanya membawa ijazah, tetapi juga memiliki sertifikat kompetensi yang menjadi bukti kemampuan sesuai kebutuhan industri,” pungkas Kepala Dinas Tenaga Kerja Gresik Zainul Arifin
