ISLAM LIVE – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pemulihan infrastruktur dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa 7,7 magnitudo berjalan signifikan. Jaringan listrik pada Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Flores Timur dan Flores Barat telah pulih 100 persen, dengan 3.478 gardu distribusi kembali beroperasi sehingga 566.797 pelanggan kembali memperoleh layanan listrik, Senin (7/9/2026) .
Layanan telekomunikasi juga telah kembali normal dengan pemulihan BTS sebesar 100 persen serta pulihnya layanan fixed broadband bagi 17.062 pelanggan IndiHome. Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat terdapat 812 titik BTS di 11 kabupaten/kota yang terdampak .
Untuk akses transportasi, jalan nasional telah kembali normal hingga tingkat kabupaten, sementara jalan di tingkat kecamatan dan desa telah pulih secara fungsional sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan . Logistik yang tersalurkan mencapai 2.142 ton dengan tingkat distribusi 98,39 persen, dengan pengiriman menggunakan 115 sortie pesawat dan 2 kapal .
Dalam masa tanggap darurat, pemerintah mendirikan rumah sakit lapangan dan tenda darurat sebagai sekolah sementara. BNPB saat ini fokus pada verifikasi data kerusakan rumah, dengan bantuan stimulan untuk rumah rusak ringan sebesar Rp15 juta, rusak sedang Rp30 juta, sementara untuk rumah rusak berat akan dibangun hunian sementara .
Meski kondisi NTT perlahan membaik, BNPB masih terus mendampingi pemerintah kabupaten/kota dengan menempatkan personel pusat dari unsur kementerian dan lembaga, TNI, serta Polri di wilayah terdampak. “Jadi personel kami masih ada di sana, personel pusat dari Mabes TNI dan Mabes Polri ini juga masih ada di sana,” pungkas Suharyanto .
Kemendikdasmen juga menyalurkan 100 unit tenda kelas darurat ke tujuh kabupaten terdampak, serta berbagai bantuan logistik seperti 5.500 school kit, 9.500 bingkisan anak, dan 9.500 buku bacaan untuk mendukung pemulihan pendidikan .
